Ancaman Deepfake Meningkat, Industri Keuangan RI Didorong Perkuat Sistem Anti-Fraud Berbasis AI
Ancaman deepfake meningkat, industri keuangan RI diminta perkuat sistem keamanan berbasis AI untuk cegah penipuan digital.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), khususnya deepfake, mulai menjadi ancaman nyata bagi sektor jasa keuangan di Indonesia.
Pelaku industri menilai, gelombang penipuan berbasis AI kini bergerak lebih cepat dan semakin sulit dideteksi, berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan digital nasional.
Isu ini mengemuka dalam forum tingkat tinggi yang digelar oleh Asosiasi Fintech Indonesia bersama ADVANCE.AI di Jakarta. Diskusi tersebut mempertemukan regulator, pelaku industri, hingga pakar teknologi untuk membahas strategi menghadapi ancaman deepfake yang kian kompleks.
Data dari Otoritas Jasa Keuangan dan Indonesia Anti Scam Centre menunjukkan skala risiko yang signifikan.
Sepanjang akhir 2024 hingga 2025, tercatat sekitar 274.000 laporan penipuan keuangan dengan estimasi kerugian masyarakat mencapai lebih dari Rp6 triliun.