Red Hat Dorong Kemandirian Digital lewat Sovereign Cloud dan Private AI

Oleh: Tek ID - Jumat, 07 Agustus 2026 17:50

Red Hat memperluas sovereign cloud dan private AI agar organisasi memiliki kendali lebih besar atas data, teknologi, AI, dan kepatuhan.

Red Hat memperluas kapabilitas sovereign cloud dan private AI untuk membantu perusahaan, lembaga pemerintah, serta penyedia layanan mempertahankan kendali lebih besar atas data, infrastruktur, dan teknologi kecerdasan buatan yang mereka gunakan.

Pembaruan tersebut hadir di tengah meningkatnya kebutuhan kemandirian operasional, baik untuk memenuhi regulasi maupun mengurangi ketergantungan terhadap perubahan kebijakan vendor, dinamika pasar, dan kondisi geopolitik.

Red Hat menilai konsep kedaulatan digital tidak sebatas memastikan lokasi penyimpanan data sesuai ketentuan. Organisasi juga perlu memiliki kemampuan menentukan bagaimana infrastrukturnya dijalankan, teknologi apa yang digunakan, serta bagaimana layanan tetap beroperasi ketika kondisi eksternal berubah.

Senior Vice President dan Chief Product Officer Red Hat Ashesh Badani mengatakan inovasi teknologi seharusnya tidak membuat perusahaan kehilangan kendali atas infrastrukturnya.

"Inovasi seharusnya tidak mengorbankan kontrol. Baik untuk memenuhi mandat regulasi di berbagai yurisdiksi maupun mengambil kembali kendali atas data dari silo proprietary, kami menghadirkan kapabilitas dan platform yang memungkinkan organisasi membangun masa depan digital yang lebih mandiri," ujar Badani.