×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Indonesia Hadapi 16 Serangan Siber per Detik, ESET Perkuat Proteksi Berbasis AI

Oleh: Tek ID - Senin, 31 Agustus 2026 09:50

Indonesia menghadapi 16 serangan siber per detik. ESET memperkuat PROTECT dengan AI untuk deteksi ancaman, keamanan data, dan kepatuhan.

Indonesia Hadapi 16 Serangan Siber per Detik Ilustrasi serangan siber menggunakan agen AI palsu. dok. Magnifric

Ancaman siber di Indonesia terus meningkat seiring makin luasnya aktivitas digital perusahaan dan masyarakat. 

Data AwanPintar.id mencatat sedikitnya 16 serangan siber terjadi setiap detik sepanjang semester I 2026.

Tingginya ancaman tersebut membuat perusahaan tidak hanya dituntut memperkuat sistem keamanan, tetapi juga memastikan pengelolaan data memenuhi ketentuan regulasi, termasuk Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). 

Di saat bersamaan, pembahasan Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS) juga menguat sebagai bagian dari upaya memperkuat kerangka keamanan siber nasional.

Merespons kebutuhan tersebut, ESET memperkuat platform ESET PROTECT dengan sejumlah teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). 

Platform ini dirancang untuk memusatkan pemantauan, deteksi, dan respons terhadap ancaman sekaligus membantu perusahaan menyiapkan dokumentasi untuk kebutuhan audit dan kepatuhan.

ESET PROTECT memungkinkan tim keamanan memantau perangkat dalam jaringan secara real-time melalui satu konsol, mulai komputer kerja, server, virtual machine hingga perangkat seluler. 

Pengelolaan kebijakan keamanan, pemindaian, dan pembaruan sistem juga dapat dilakukan melalui panel yang sama.

Chief Technology Officer (CTO) Prosperita Group Yudhi Kukuh mengatakan perusahaan membutuhkan visibilitas terhadap perangkat yang berada dalam jaringan untuk menghadapi ancaman sekaligus memenuhi kebutuhan kepatuhan.

“Compliance terhadap regulasi seperti UU PDP dan rancangan UU KKS bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sudah menjadi sebuah kebutuhan yang menuntut visibilitas penuh secara real-time di seluruh endpoint jaringan perusahaan,” kata Yudhi.

Menurut dia, ESET PROTECT memadukan perlindungan berlapis berbasis AI dengan dasbor terintegrasi untuk membantu perusahaan mendeteksi kerentanan sebelum dieksploitasi sekaligus mengurangi risiko keamanan.

ESET PROTECT dapat digunakan untuk mengidentifikasi berbagai potensi ancaman seperti malware, ransomware, dan phishing. 

Sistem dapat diterapkan melalui infrastruktur cloud maupun server lokal berbasis Windows dan Linux.

Untuk mendukung kebutuhan audit dan kepatuhan, platform tersebut menyediakan lebih dari 170 template laporan bawaan. 

Perusahaan juga dapat membuat laporan berdasarkan lebih dari 1.000 titik data yang tersedia.

Pada sisi kecerdasan buatan, ESET menggunakan sejumlah lapisan teknologi dengan fungsi berbeda. 

ESET LiveGuard Advanced digunakan untuk menganalisis perilaku ancaman, sementara ESET AI Advisor berperan sebagai asisten interaktif untuk membantu proses respons terhadap insiden.

ESET juga mengembangkan AI Agent Security untuk mengawasi rantai pasok komponen agen AI. 

Teknologi tersebut bekerja bersama AI Behavioral Monitoring yang dirancang untuk mendeteksi dan memblokir tindakan mencurigakan ketika agen AI beroperasi di luar batas kewenangannya.

Risiko lain yang disasar adalah kebocoran informasi ketika karyawan menggunakan AI generatif. 

Melalui AI Conversation Security, ESET berupaya memitigasi risiko data sensitif perusahaan terungkap secara tidak disengaja saat pengguna berinteraksi dengan sistem AI.

Sementara ESET AI Skills Checker digunakan untuk menganalisis file, mengekstraksi URL rujukan, hingga melakukan simulasi perilaku dalam lingkungan terisolasi atau sandbox.

ESET PROTECT tersedia dalam sejumlah tingkatan layanan, mulai ESET PROTECT Entry, Advanced, Complete, Enterprise hingga Elite. 

Masing-masing menawarkan tingkat perlindungan berbeda, termasuk machine learning, perlindungan ransomware dan ancaman zero-day, keamanan aplikasi cloud dan email, hingga Extended Detection and Response (XDR).

Untuk memperluas layanan tersebut, Prosperita Group sebagai distributor resmi ESET juga akan menggelar Prosperita Solution Day 2026 di Jakarta pada 2 September 2026.

Acara bertema “The Compliance Blueprint: Smart IT Security Reporting for Enterprise” tersebut akan membahas pemanfaatan data keamanan untuk kebutuhan kepatuhan dan penyusunan laporan risiko yang dapat digunakan manajemen perusahaan.

Dalam kegiatan tersebut, ESET juga dijadwalkan meluncurkan Managed Detection & Response (MDR), layanan keamanan siber 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu yang menggabungkan teknologi AI dengan keahlian manusia.

Layanan itu ditujukan untuk membantu organisasi meningkatkan kemampuan mendeteksi dan merespons insiden keamanan tanpa harus memiliki seluruh tenaga spesialis keamanan siber secara internal.

“Kami berharap inisiatif Prosperita Solution Day 2026 dan hadirnya Platform ESET PROTECT berbasis AI akan mengakselerasi ketahanan siber nasional secara menyeluruh,” kata Yudhi.

×
back to top