Guru Pesantren di Tasikmalaya Manfaatkan AI, Kelas Tahfiz Kini Lebih Terukur dan Fleksibel
Guru pesantren di Tasikmalaya gunakan Microsoft Copilot dan AI untuk bantu pembelajaran Alquran dan Bahasa Arab lebih terukur dan efisien.
Suasana kelas di Pondok Pesantren Cipasung, Kabupaten Tasikmalaya, sekilas tak banyak berubah. Para santri tetap duduk bersila, memegang Alquran, menunggu giliran menyetorkan hafalan dan bacaan di hadapan guru.
Namun, di balik rutinitas itu, pendekatan pembelajaran mulai mengalami transformasi.
Hasan Basri, guru Bahasa Arab dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di pesantren tersebut, kini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat proses evaluasi bacaan santri.
Melalui fitur Reading Progress di Microsoft Teams Learning Accelerators, ia memperoleh analisis tambahan terkait pelafalan, ketepatan tajwid, hingga struktur bacaan secara lebih sistematis.
Teknologi ini tidak menggantikan peran guru, melainkan memperkaya proses penilaian. Setiap kesalahan pelafalan ditandai secara visual, sehingga Hasan dapat memberikan umpan balik yang lebih presisi.