60% Investor Kripto RI Anak Muda, Gen Z Jadi Motor Transaksi
60% investor kripto Indonesia didominasi anak muda. Gen Z paling aktif, namun rawan FOMO, sehingga edukasi jadi kunci utama.
Lebih dari 60 persen investor kripto Indonesi kini berasal dari kelompok usia muda, dengan generasi Z atau Gen Z tampil sebagai segmen paling aktif dalam bertransaksi.
Temuan ini mengemuka dalam kegiatan Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026 yang digelar di Universitas Sebelas Maret, Solo, hasil kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan, Asosiasi Blockchain Indonesia, dan Tokocrypto.
Berdasarkan laporan Indonesia Crypto & Web3 Industry Report 2025, tingkat familiaritas masyarakat terhadap aset kripto mencapai 93 persen.
Menariknya, lebih dari separuh responden berasal dari generasi Z, yang kini menjadikan kripto sebagai bagian dari diskursus finansial sehari-hari, terutama di ruang digital dan komunitas online.
Kepala Departemen Pengawasan Inovasi Aset Keuangan Digital (IAKD) OJK Dino Milano Siregar mengatakan tingginya partisipasi generasi muda belum sepenuhnya diiringi literasi finansial yang memadai.