Samsung Tekankan Kepercayaan dan Keamanan sebagai Fondasi Masa Depan AI di CES 2026
Samsung menegaskan kepercayaan, keamanan, dan privasi sebagai fondasi masa depan AI dalam diskusi Samsung Tech Forum di CES 2026.
Diskusi mengenai AI yang digelar Samsung di ajang CES 2026. dok. Samsung
Samsung Electronics menegaskan kepercayaan, keamanan, dan privasi menjadi faktor kunci dalam membentuk masa depan kecerdasan buatan (AI).
Penegasan ini disampaikan dalam sesi panel “In Tech We Trust? Rethinking Security & Privacy in the AI Age” yang merupakan bagian dari rangkaian Samsung Tech Forum di CES 2026, Las Vegas, Amerika Serikat.
Diskusi yang digelar di The Wynn tersebut menghadirkan para pakar global lintas bidang teknologi, riset, dan etika untuk membahas bagaimana kepercayaan memengaruhi cara masyarakat mengadopsi dan berinteraksi dengan AI, seiring teknologi ini kian terintegrasi secara mulus dalam kehidupan sehari-hari.
Sejumlah panelis menilai, kepercayaan tidak cukup dibangun melalui janji, melainkan lewat sistem yang konsisten, transparan, dan mudah dipahami pengguna.
- Ini Cara Samsung Jadikan AI sebagai Pendamping Hidup, Dari TV Interaktif Hingga Rumah Pintar
- Samsung Dorong Ekosistem Terbuka sebagai Optimalisasi Home AI yang Berdampak
- Samsung Pamer AI OLED Cassette dan Turntable Retro di CES 2026
- Samsung Pamerkan Visi Integrasi AI ke Hiburan, Rumah, dan Kesehatan di CES 2026
Dalam forum tersebut, Samsung memaparkan pendekatan trust-by-design yang menempatkan transparansi dan kontrol pengguna sebagai prinsip utama pengembangan AI.
“Ketika berbicara tentang AI, pengguna menginginkan transparansi dan dapat kontrol,” ujar Allie K. Miller, CEO Open Machine.
Ia menekankan pentingnya kejelasan mengenai di mana model AI dijalankan, bagaimana data diproses, serta fitur apa saja yang ditenagai AI.
Menurutnya, visibilitas semacam ini menjadi fondasi dalam membangun rasa percaya pengguna.
Samsung juga menyoroti strategi pemanfaatan AI on-device yang memungkinkan data pribadi diproses secara lokal, sementara komputasi berbasis cloud digunakan secara selektif ketika dibutuhkan skala dan kecepatan lebih besar.
Pendekatan ini dinilai memberi fleksibilitas tanpa harus mengorbankan privasi pengguna.
Selain privasi, aspek keamanan menjadi sorotan utama. Seiring kecerdasan buatan semakin tersebar di berbagai perangkat—mulai dari ponsel, TV, hingga peralatan rumah tangga—pendekatan keamanan pun dituntut untuk terus berevolusi.
Samsung mengulas peran platform keamanan Knox yang telah tertanam dari tingkat chipset, serta Knox Matrix sebagai kerangka keamanan lintas perangkat.
“Kepercayaan terhadap AI dimulai dari keamanan yang terbukti, bukan sekadar sebuah janji,” ujar Shin Baik, Group Head AI Platform Center Samsung.
Ia menjelaskan, Knox memungkinkan perangkat dalam satu ekosistem saling mengautentikasi dan memantau satu sama lain, sehingga setiap perangkat berperan sebagai pelindung bagi yang lain.
Dalam dialog lintas industri tersebut, Samsung juga menyinggung kemitraannya dengan pemain teknologi global seperti Google dan Microsoft untuk memperkuat riset keamanan bersama, interoperabilitas, serta perlindungan ekosistem AI secara menyeluruh.
Sementara itu, Zack Kass, Global AI Advisor di ZKAI Advisory, menilai tantangan seperti misinformasi dan penyalahgunaan AI memang nyata.
Namun, ia menegaskan teknologi juga memegang peran penting dalam memitigasi risiko tersebut.
“Untuk setiap risiko, selalu ada penangkalnya, dan teknologi akan memainkan peran krusial dalam mengurangi dampak negatif AI,” katanya.
Dari perspektif konsumen, Amy Webb, CEO Future Today Strategy Group, menilai kepercayaan tidak selalu menjadi satu-satunya faktor dalam keputusan pembelian.
“Orang tidak membeli sesuatu semata-mata karena kepercayaan. Mereka membeli karena kenyamanan,” ujarnya.
Menurut Webb, AI yang mampu membuat hidup lebih mudah dan praktis akan memiliki nilai utama di mata pengguna.
Seiring AI semakin “tak terlihat” namun kian hadir dalam rutinitas harian, para panelis sepakat bahwa teknologi yang mampu bertahan dalam jangka panjang adalah teknologi yang sejak awal mengedepankan keamanan, transparansi, serta pilihan yang bermakna bagi pengguna.









