×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Samsung Innovation Campus Batch 7 Cetak 2 Tim Terbaik Pengembang Solusi AI dan IoT untuk Indonesia

Oleh: Tek ID - Jumat, 20 Februari 2026 15:55

Samsung Innovation Campus Batch 7 umumkan dua tim terbaik pengembang solusi AI dan IoT untuk talenta digital Indonesia.

Samsung Innovation Campus Batch 7 Cetak 2 Tim Terbaik Dua tim terbaik dalam Samsung Innovation Campus Batch 7. dok. Samsung

Samsung Electronics Indonesia mengumumkan dua tim terbaik Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 7 tahun ajaran 2025/2026 dalam Culmination Event yang digelar pada 16 Februari 2026. 

Tim Lumyx dari SMA Darma Yudha Pekanbaru dan Tim Outliers dari Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga dinobatkan sebagai peraih predikat The Best Team Pertama di kategori siswa dan mahasiswa.

Pengumuman ini menegaskan konsistensi Samsung dalam mendorong pengembangan talenta digital Indonesia, khususnya di bidang kecerdasan buatan (AI) dan internet untuk segala hal (IoT). 

Pada babak penjurian final, para finalis mempresentasikan solusi berbasis AI dan IoT yang dirancang dari permasalahan nyata di lingkungan mereka, mulai dari pendidikan hingga kesehatan.

Proses penilaian dilakukan secara komprehensif, mencakup kualitas presentasi, relevansi masalah dan solusi, demonstrasi prototipe, integrasi AI dan IoT, pemahaman teknis saat sesi tanya jawab, hingga potensi inovasi di masa depan. 

Dewan juri berasal dari berbagai institusi, termasuk Kementerian Agama; Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah; Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi; Samsung R&D Institute Indonesia; serta mitra industri.

Momentum ini hadir di tengah kebutuhan talenta digital nasional yang terus meningkat. 

Pemerintah Indonesia menyebut membutuhkan sekitar 600.000 talenta digital per tahun untuk mempercepat transformasi digital, menjadikan penguatan kompetensi AI dan IoT sebagai kebutuhan strategis.

Di kategori siswa, Tim Lumyx menghadirkan “Alex, Your Truly Personal AI”, asisten personal berbasis IoT yang dirancang sebagai rekan pembelajaran. 

Solusi ini mampu merespons perintah suara secara real-time, merangkum informasi, serta membangun memori personal pengguna secara berkelanjutan melalui integrasi pemrosesan audio-visual dan machine learning berbasis edge dan server.

“Kami ingin menciptakan AI yang tidak hanya menjawab perintah, tetapi benar-benar memahami konteks dan kebutuhan penggunanya. Proses iterasi dan debugging justru menjadi pengalaman belajar terbesar bagi kami,” kata Davin Loana dari Tim Lumyx.

Sementara itu, di kategori mahasiswa, Tim Outliers mengembangkan “PhysioTrack”, sistem rehabilitasi pascastroke berbasis AI dan IoT. 

Melalui sensor IoT, sistem ini mengumpulkan data latihan serta indikator fisiologis pasien, kemudian dianalisis model AI untuk menghasilkan status risiko dan rekomendasi terapi berbasis data. 

Solusi ini memungkinkan pasien menjalani terapi dari rumah dengan pemantauan terukur oleh terapis.

“Kami melihat banyak pasien kesulitan menjalani terapi rutin. Melalui integrasi AI dan IoT, kami ingin menghadirkan sistem yang membantu pasien berlatih dari rumah, namun tetap terhubung dengan terapis melalui data yang terukur,” ujar Gaezka Ardhika Putra, perwakilan Tim Outliers.

Sejalan dengan agenda transformasi digital nasional, pendekatan project-based learning dalam SIC dinilai mampu memperkuat literasi digital generasi muda. 

“Pembelajaran yang baik harus menghadirkan tiga aspek: mindful, meaningful, dan joyful. Kami melihat pendekatan ini tercermin dalam SIC,” ujar Moch Abduh, Tenaga Ahli Mendikdasmen Bidang Teknologi Pendidikan.

Tenaga Ahli Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Soeparto, menambahkan, para peserta bukan sekadar kontestan, tetapi pionir muda yang merancang masa depan melalui inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. 

“Kolaborasi dengan industri, seperti Samsung melalui SIC, sangat penting untuk memperkuat ekosistem digital nasional,” tuturnya.

Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia Bagus Erlangga menegaskan SIC bukan hanya program pelatihan teknologi. 

“Samsung Innovation Campus tidak hanya tentang pembelajaran teknologi, tetapi tentang membuka peluang. Kami percaya setiap anak muda memiliki potensi besar ketika diberi akses, bimbingan, dan kepercayaan,” pungkasnya.

Tag

Tagar Terkait

×
back to top