×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Ericsson Soroti Urgensi 5G, Kunci Percepat Ekonomi Digital Indonesia Menuju 2045

Oleh: Tek ID - Senin, 04 Mei 2026 19:55

Ericsson dorong percepatan 5G di Indonesia sebagai fondasi ekonomi digital, berpotensi kontribusi hingga USD 41 miliar ke PDB nasional.

Ericsson Soroti Urgensi 5G, Kunci Percepat Ekonomi Digital Presiden Direktur Ericsson Indonesia Nora Wahby. dok. Ericsson

Percepatan implementasi jaringan 5G dinilai menjadi faktor penentu dalam meningkatkan daya saing ekonomi digital Indonesia di tengah transformasi teknologi global. 

Hal ini ditegaskan Ericsson dalam forum Indotelko 2026 di Jakarta, yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas arah masa depan konektivitas nasional.

Sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, Ericsson memandang 5G bukan lagi sekadar peningkatan teknologi jaringan, melainkan fondasi utama bagi transformasi lintas sektor. 

Infrastruktur ini diyakini akan mendorong efisiensi dan inovasi di berbagai bidang, mulai dari manufaktur, logistik, energi, hingga layanan publik.

Secara global, perkembangan 5G menunjukkan tren pertumbuhan yang agresif. Ericsson Mobility Report mencatat jumlah pelanggan 5G diproyeksikan mencapai 2,9 miliar pada akhir 2025 dan melonjak menjadi 6,4 miliar pada 2032. 

Seiring itu, trafik data seluler juga diperkirakan meningkat lebih dari dua kali lipat dalam periode yang sama.

Di Indonesia, potensi ekonominya tidak kalah besar. GSMA memperkirakan investasi lanjutan dalam teknologi 5G dapat memberikan kontribusi hingga 41 miliar dolar AS terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada periode 2024–2030. Angka ini menunjukkan peran strategis 5G dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan.

President Director Ericsson Indonesia Nora Wahby mengatakan peran 5G kini semakin vital dalam mendukung berbagai kebutuhan digital modern.

“5G telah menjadi infrastruktur nasional yang krusial. Teknologi ini akan mempercepat transformasi digital Indonesia melalui jaringan berkecepatan tinggi, andal, dan berlatensi rendah,” ujarnya.

Ia menambahkan jaringan telekomunikasi saat ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari dan aktivitas ekonomi.

“Indonesia membutuhkan jaringan 5G yang aman, tangguh, cerdas, dan berkinerja tinggi untuk mengembangkan berbagai use case baru serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan,” tambahnya.

Seiring meningkatnya kebutuhan layanan berbasis digital dan kecerdasan buatan (AI), kebutuhan akan jaringan yang cepat dan stabil menjadi semakin mendesak. 

Untuk itu, percepatan pembangunan infrastruktur digital dinilai harus didukung oleh ekosistem yang kondusif, mulai dari kepastian regulasi, ketersediaan spektrum, hingga iklim investasi yang sehat.

Saat ini, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital tengah menyiapkan pelelangan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz sebagai langkah strategis mempercepat adopsi 5G di Indonesia.

Head of Government and Industry Relations Ericsson Indonesia Ronni Nurmal mengatakan Indonesia masih berada pada tahap awal dalam adopsi 5G dan AI dibanding negara lain di kawasan. 

Namun, peluang untuk mengejar ketertinggalan tetap terbuka lebar.

“Adopsi AI dan 5G di Indonesia masih berada pada tahap awal… namun dengan kebijakan spektrum yang tepat dan kolaborasi yang kuat, Indonesia memiliki peluang besar untuk mempercepat transformasi digital,” jelasnya.

Ia menambahkan, keputusan yang diambil saat ini terkait pembangunan dan pengelolaan jaringan akan sangat menentukan kecepatan Indonesia dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

×
back to top