MyRepublic Air Lolos Uji Operasi, Siap Ekspansi ke 90 Kota dengan Internet 5G Unlimited
MyRepublic Air lolos uji operasi dan siap ekspansi ke 90 kota dengan internet 5G unlimited hingga 100 Mbps mulai Rp100 ribuan.
Uji Laik Operasi MyRepublic di Palangka Raya. dok. MyRepublic
MyRepublic Indonesia menuntaskan tahapan krusial sebelum komersialisasi layanan Fixed Wireless Access (FWA) melalui keberhasilan Uji Laik Operasi (ULO) MyRepublic Air di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Hasil ini menandai kesiapan perusahaan memperluas layanan internet berbasis 5G secara nasional.
ULO menjadi syarat wajib dari pemerintah sebelum layanan telekomunikasi dapat dioperasikan secara komersial.
Dalam proses ini, pengujian mencakup kesiapan jaringan, stabilitas koneksi, kualitas layanan, hingga kepatuhan terhadap regulasi yang ditetapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital.
- MyRepublic Air Jadi Salah Satu Benchmark Penerapan FWA di Asia Tenggara
- Bnetfit Siapkan Ekspansi dan Sasar Peran Sentral dalam Ekosistem Digital Nasional di Roadmap 2026
- ZTE dan MyRepublic Luncurkan Project Ascend, Perluas Broadband 5G FWA ke Luar Jawa Lewat Spektrum 1,4 GHz
- Ekspansi ke Jakarta, Bnetfit Jadi Internet Provider Ofisial Klub Hangtuah Jakarta
Berdasarkan hasil pengujian, layanan MyRepublic Air dinyatakan memenuhi seluruh standar yang dipersyaratkan.
Dengan demikian, layanan ini siap memasuki fase ekspansi nasional sebagai solusi internet unlimited berbasis teknologi True 5G-Fiber Quality.
Sekretaris Direktorat Jenderal Ekosistem Digital sekaligus Plt. Direktur Layanan Ekosistem Digital Aryo Pamoragung menegaskan pentingnya peran layanan seperti MyRepublic Air dalam mendorong pemerataan akses internet.
“Sejalan dengan visi pemerintah untuk menghadirkan internet cepat dan terjangkau, kami berharap MyRepublic terus berkontribusi dalam pemerataan konektivitas digital di Indonesia,” ujarnya.
CEO MyRepublic Indonesia Timotius Max Sulaiman, mengatakan rampungnya ULO sebagai momentum strategis bagi ekspansi layanan.
“Dengan selesainya ULO di Palangka Raya, kami telah menyelesaikan pengujian di 9 zona Region 2 dan 3. Kami siap memulai layanan komersial pada April di 90 kota dari total 180 kota yang direncanakan,” kata Timotius.
MyRepublic Air menawarkan layanan internet berbasis FWA dengan kecepatan hingga 100 Mbps dan harga mulai Rp100 ribuan per bulan.
Layanan ini dirancang untuk menjangkau wilayah yang belum sepenuhnya terlayani jaringan fiber optik, sekaligus menjadi alternatif akses internet berkualitas dengan biaya terjangkau.
Ekspansi ini akan dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah, termasuk Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Kehadiran MyRepublic Air diharapkan dapat mempercepat inklusi digital sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di daerah.
Selain itu, MyRepublic juga telah membuka pra-registrasi bagi masyarakat yang ingin menjadi pengguna awal layanan ini melalui situs resmi MyRepublic Air.









