×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Riset Zebra : 87 Peritel Asia Pasifik Nilai Gen AI Penting untuk Pengalaman Belanja

Oleh: Tek ID - Jumat, 13 Maret 2026 16:20

Studi Zebra menunjukkan 87% peritel Asia Pasifik menilai Gen AI penting untuk mencegah kerugian, meningkatkan inventory, dan pengalaman belanja.

87 Peritel Asia Pasifik Nilai Gen AI Penting untuk Belanja Ilustrasi pengalaman belanja dengan Generative AI. dok. Zebra Technologies

Teknologi Generative AI (Gen AI) dan otomatisasi diperkirakan akan memainkan peran penting dalam masa depan industri retail di Asia Pasifik. Hal ini terungkap dalam laporan 18th Annual Global Shopper Study yang dirilis oleh Zebra Technologies Corporation, perusahaan global yang bergerak di bidang digitalisasi dan otomatisasi alur kerja.

Dalam studi tersebut, 87 persen pemimpin perusahaan retail menyebut teknologi seperti Gen AI dan otomatisasi menjadi alat penting untuk membantu pencegahan kerugian, termasuk mengatasi penyusutan stok serta meningkatkan efisiensi operasional.

Country Manager Indonesia Zebra Technologies Eric Ananda mengatakan perusahaan retail masa depan perlu mampu mengintegrasikan pengalaman belanja fisik dan digital secara lebih cerdas.

“Bisnis retail yang mampu berkembang di masa depan dipimpin oleh pemimpin yang tangkas dan mampu menghubungkan ‘phygital experience’ atau pengalaman fisik dan digital melalui alur kerja yang cerdas,” ujarnya.

Ia menambahkan pemanfaatan teknologi seperti AI dan otomatisasi memungkinkan perusahaan menghadirkan pengalaman belanja yang lebih cepat, mulus, dan personal sesuai harapan konsumen saat ini.

Studi tersebut juga menemukan tingkat kepuasan pembeli global mengalami penurunan selama dua tahun berturut-turut. Tingkat kepuasan terhadap pengalaman belanja di toko fisik tercatat 79 persen secara global dan 75 persen di Asia Pasifik, sementara kepuasan terhadap belanja online berada di 73 persen secara global dan 69 persen di Asia Pasifik.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan 2023, ketika tingkat kepuasan global untuk pengalaman belanja fisik dan online mencapai 85 persen, serta 81 persen untuk belanja online di Asia Pasifik.

Selain itu, perubahan perilaku konsumen juga terlihat di tengah tekanan inflasi. Sekitar 78 persen pembeli global dan 74 persen di Asia Pasifik kini memprioritaskan diskon dan promosi saat berbelanja.

Namun, konsumen juga semakin sensitif terhadap hambatan dalam pengalaman belanja. Studi ini menunjukkan banyak pembeli merasa frustrasi ketika menghadapi stok kosong, produk yang disimpan dalam etalase terkunci, atau kurangnya jalur pembayaran cepat seperti kasir mandiri.

Di sisi operasional, teknologi juga dinilai penting untuk mendukung kinerja staf toko. Studi tersebut menunjukkan 88 persen staf toko secara global mengalami kesulitan mendapatkan informasi atau bantuan dengan cepat saat bekerja, meningkat dibandingkan 82 persen pada tahun sebelumnya.

Di kawasan Asia Pasifik, tren serupa juga terjadi dengan peningkatan dari 76 persen menjadi 85 persen.

Sebagian besar staf toko juga menilai teknologi dapat membantu meningkatkan produktivitas. Sekitar 87 persen responden global dan 84 persen di Asia Pasifik menyebut alat digital yang tepat dapat mengurangi stres kerja sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Selain itu, 90 persen responden global dan 86 persen di Asia Pasifik percaya teknologi membantu mereka menyelesaikan pekerjaan lebih cepat.

Tantangan terbesar yang masih dihadapi industri retail adalah pengelolaan inventory. Meskipun terdapat perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya, hampir setengah dari pembeli global masih pernah meninggalkan toko tanpa membeli semua barang yang diinginkan karena stok tidak tersedia atau produk sulit ditemukan.

Menyadari hal tersebut, sekitar 84 persen pengambil keputusan di sektor retail secara global menyebut sinkronisasi inventory secara real time sebagai prioritas utama perusahaan.

Banyak perusahaan retail juga berencana mengadopsi teknologi seperti computer vision, RFID, dan Gen AI dalam lima tahun ke depan untuk meningkatkan visibilitas inventory sekaligus mengurangi penyusutan stok.

Studi lain yang dilakukan Zebra bersama Oxford Economics juga menunjukkan perusahaan retail dapat meningkatkan pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas hingga 1,8 poin persentase ketika mereka memprioritaskan perbaikan alur kerja pengelolaan inventory.

Menurut Eric, peningkatan teknologi operasional menjadi langkah penting bagi industri retail untuk memenuhi ekspektasi pelanggan yang terus berkembang.

“Pembeli pantas mendapatkan pengalaman terbaik berbelanja di toko modern. Selain memberikan penawaran menarik dan menyediakan produk yang diinginkan, perusahaan retail perlu meningkatkan konektivitas yang penting dan menghadirkan pengalaman yang mulus,” ujarnya.

Studi Global Shopper Study sendiri dilakukan secara daring pada Mei hingga Juni 2025 oleh lembaga riset MAVRIX dengan melibatkan lebih dari 4.200 responden yang terdiri dari pembeli, staf toko, dan pengambil keputusan retail di Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa, dan Asia Pasifik.

×
back to top