XL Axiata gelar uji coba 5G dan WiGig pertama di Indonesia

XL Axiata menggelar uji coba layanan berbasis 5G dan Wireless Gigabit (WiGig) di kawasan Kota Tua, Jakarta bersama Kemenkominfo dan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta

XL Axiata gelar uji coba 5G dan WiGig pertama di Indonesia

XL Axiata menggelar uji coba layanan berbasis 5G dan Wireless Gigabit (WiGig) di kawasan Kota Tua, Jakarta. Program ini diselenggarakan berkat kerjasama XL Axiata dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta. 

Teknologi 5G dan WiGig dalam praktiknya diterapkan pada sejumlah aktiviats pengelolaan lingkungan perkotaan. Tak hanya itu, teknologi WiGig yang disokong Facebook juga memungkinkan pengunjung fasilitas XL Axiata di Kota Tua, merasakan internet berkecepatan tinggi.


BACA JUGA

Gandeng Luna, XL Axiata berpaling dari Evercoss?

XL Axiata dan Luna rilis smartphone murah untuk internetan

Paket data XL kini hadir dengan bundling Office 365


Beberapa demo dalam uji coba ini diantaranya penerapan 5G pada pengelolaan sampah, pengelolaan taman, pemelihataan kebersihan sungai. Sementara WiGig diterapkan pada kamera surveillance (CCTV) dan internet berkecepatan tinggi secara gratis di sekitar area demo di Kota Tua.

"Yang kami uji cobakan 5G dan WiGig internet super cepat. Karena kebutuhan akses yang cepat di DKI. Dan masalah-masalah di kota besar seperti kemacetan, air bersih dan konektivitas," kata Yessie D. Yosetya, Direktur Teknologi XL Axiata dalam sambutan peluncuran uji coba 5G di Jakarta.

Sementara itu, Direktur Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini menuturkan teknologi 5G akan mampu menjadi jawaban kebutuhan ketersediaan infrastruktur layanan data  berkualitas hingga ke pelosok daerah. 

"Selain kalangan industri, manfaat dari layanan 5G juga bisa dinikmati oleh masyarakat luas. Bahkan, dengan berbagai keunggulannya, dengan cepat masyarakat akan mengadopsinya. Dengan demikian maka implementasi 5G akan menghadirkan efisiensi bagi operator karena jumlah pelanggan atau masyarakat yang menikmati data yang berkualitas ini akan semakin banyak," ujar Dian.

Secara umum, uji coba penerapan teknologi 5G XL Axiata menggunakan frekuensi khusus 28 Ghz, dan perangkat end-to-end radio dan core yang terhubung ke perangkat pengguna. Sementara WiGig menggunakan frekuensi 60Ghz dengan end-to-end system yang terhubung ke perangkat home unit.

Dalam acara ini, XL Axiata juga memamerkan demo pengelolaan sampah dimana 5G akan dimanfaatkan sebagai penopang utama sistem informasi yabg menghubungkan titik pengumpulan sampah dengan pusat pengendali informasi. 

Melalui sensor yang terpasang di tempat pembuangan sampah, maka akan secara otomatis suatu titik lokasi pengumpulan sampah yang sudah penuh akan mengirimkan tanda khusus yang berarti sampah harus segara diambil. Sistem ini bahkan juga bisa dilengkapi dengan kamera dan GPS untuk bisa memberikan informasi yang lebih detail terkait lokasi titik lokasinya.

Ada juga demo sistem pengelolaan lingkungan sungai dimana 5G akan membantu penerapan monitoring tingkat kebersihan sungai. Sistem monitoring ini antara lain akan memastikan tingkat kadar oksigen, amonia, juga mineral lain di dalam air sungai, sehingga memungkinkan pemerintah untuk mengetahui tingkat polusi dan penentuan penanganan yang diperlukan.

"Kita harapkan uji coba bisa memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kemungkinan penerapan 5G ini dalam sistem Smartcity di DKI Jakarta. Saya melihat teknologi 5G ini bisa diterapkan di banyak hal untuk meningkatkan kualitas layanan publik secara efektif dan efisien, tidak hanya di DKI Jakarta, tetapi juga di kota-kota lainnya mana kala nanti jaringan 5G sudah tersedia," kata Menkominfo Rudiantara

Sementara itu pengujian WiGig dilakukan pada sistem pemantauan kondisi lingkungan perkotaan menggunakan CCTV. Teknologi WiGig akan mampu menopang pengiriman data dalam format video yang berkapasitas besar secara cepat dan dalam kualitas gambar yang baik. WiGig sendiri merupakan teknologi yang kali pertama diuji XL Axiata di Indonesia setelah sebelumnya diuji di San Francisco.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: