Turki cabut blokir Wikipedia
Turki akhirnya mencabut blokir Wikipedia. Keputusan ini dibuat oleh pengadilan tertinggi Turki dengan alasan kebebasan berpendapat.
Turki akhirnya mencabut blokir Wikipedia. Keputusan ini dibuat setelah pengadilan tertinggi Turki menyatakan bahwa pemblokiran yang dilakukan telah melanggar kebebasan berkespresi. Situs tersebut telah diblokir Turki sejak lebih dari dua tahun lalu.
Namun kini akses ke Wikipedia kembali dibuka, beberapa jam setelah diterbitkannya rincian putusan Mahkamah Konstitusi bulan lalu yang mendukung situs tersebut. Dilansir Hindustan Times (16/1), akses ke Wikipedia diblokir berdasarkan undang-undang yang memungkinkan pemerintah untuk melarang situs web yang dianggap mengancam keamanan nasional.
Secara lebih rinci, Wikipedia diblokir Turki pada April 2017. Negara tersebut menuduh Wikipedia sebagai bagian dari "kampanye kotor". Tuduhan itu dilayangkan setelah Wikipedia menolak menghapus konten yang diduga menggambarkan Turki sebagai pendukung kelompok Islamic State dan organisasi teroris lainnya.
Wikipedia sendiri menolak menghapus konten yang dibuat oleh komunitasnya di situsnya, karena perusahaan menentang penyensoran. Perusahaan kemudian mengajukan petisi ke Mahkamah Konstitusi pada Mei 2017 setelah gagal bernegosiasi dengan pejabat Turki dan pengadilan.
Turki sendiri memang cukup ketat mengatur kebebasan berpendapat, khususnya setelah kudeta militer yang gagal pada 2016. Akses dari Turki ke puluhan ribu situs web lainnya bahkan tetap diblokir.
Pada 2008 misalnya, Turki melarang akses ke Youtube selama dua tahun karena video yang dinilai menghina pimpinan pendiri republik Turki. Twitter pun menyebut pihaknya menerima lebih banyak permintaan untuk menghapus konten dari Turki dibanding negara lainnya.
- Ericsson Soroti Urgensi 5G, Kunci Percepat Ekonomi Digital Indonesia Menuju 2045
- Biznet Perkuat Infrastruktur Digital, Festival Surabaya 2026 Jadi Strategi Dekatkan Teknologi ke Masyarakat
- MyRepublic Air Lolos Uji Operasi, Siap Ekspansi ke 90 Kota dengan Internet 5G Unlimited
- MyRepublic Air Jadi Salah Satu Benchmark Penerapan FWA di Asia Tenggara








