Tokopedia sukses mempercepat pemerataan ekonomi digital di Indonesia

Pencapaian ini terjadi berkat kolaborasi yang terjalin antara penjual, pembeli dan mitra bisnis perusahaan. 

Tokopedia sukses mempercepat pemerataan ekonomi digital di Indonesia Foto: Lely/ Tek.id

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mempublikasikan hasil penelitiannya terkait Tokopedia. Riset itu menyebutkan Tokopedia sukses mempercepat pemerataan ekonomi digital di Indonesia. Hal ini bahkan diklaim telah dirasakan oleh masyarakat di hampir seluruh wilayah di Tanah Air.

Pencapaian ini terjadi berkat kolaborasi yang terjalin antara penjual, pembeli dan mitra bisnis perusahaan. Selain mampu menambah angka angkatan kerja, Tokopedia juga diprediksi akan berkontribusi pada pertumbuhan perekonomian sebesar 1,5% Indonesia di tahun ini. Menanggapi hasil riset ini, Co-founder dan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya mengatakan bahwa kunci keberhasilan perusahaannya adalah membantu orang lain untuk berhasil.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Shopee hadirkan promo dan fitur menarik jelang acara 9.9

Panjat pinang di Blanjacom yuk, untuk dapat diskon besar

Sekarang bisa bayar pajak di Tokopedia


"Kita enggak pernah berpikir berkompetisi jualan barang. Tapi kita melahirkan inovasi untuk membantu mitra bertransformasi ke digital. Kita juga putra daerah, kita melihat ibu kota lebih kejam dari ibu tiri. Kalau ini terus terjadi, Jakarta akan makin padat. Jika kita enggak hati-hati, pulau Jawa akan kehabisan air bersih. Ini masalah sosial dan lingkungan hidup. Bagi kami, pemerataan ekonomi itu sakral, pedagang desa harus bisa berdagang secara nasional," katanya. 

Berikut hasil riset LPEM FEB UI yang dipaparkan di Djakarta Theater  (10/10).

Berkontribusi 1,5% pada perekonomian Indonesia

Selama 2018, GMV (Gross Merchandise Value) atau omzet penjualan Tokopedia mencapai Rp73 triliun. Nilai ini diperkirakan meningkat menjadi Rp222 triliun pada 2019 atau setara dengan 1,5% perekonomian Indonesia. Di 2018 sendiri, Tokopedia telah berkontribusi sebesar Rp58 triliun, yang diprediksi meningkat menjadi Rp170 triliun di 2019.

Kontribusi ekonomi langsung dari Tokopedia tak hanya terjadi di pulau Jawa, namun turut berkontribusi dalam menggerakan perekonomian daerah. Misalnya di Sulawesi Utara Rp160 miliar, Aceh Rp262 miliar, Kalimantan Timur Rp933 miliar, Sumatera Utara Rp2,79 triliun, dan Bali Rp822 miliar.

Selain dampak langsung terhadap perekonomian Indonesia, riset LPEM FEB UI juga menemukan Tokopedia turut menambah total pendapatan rumah tangga sebesar Rp19,02 triliun. Jumlah tersebut setara dengan peningkatan pendapatan sebesar Rp441 ribu untuk setiap angkatan kerja Indonesia.

"Tokopedia merasa PR kami masih panjang, misi pemerataan ekonomi digital benar-benar baru dimulai. Kalau ingin mendorong 1,5%, naik 10 tahun ke depan misalnya, bagaimana Tokopedia bisa berkontribusi samapai 5%. Kita harus terus inovasi. Memberikan petani, padagang merasakan kesuksesan yang sama. Ini akan jadi fokus kami ke depan," kata William

Ciptakan 1.136 juta lapangan kerja

Berdasarkan riset LPEM FEB UI, selama 2018 Tokopedia berhasil menciptakan 857 ribu lapangan kerja baru, dari penjual aktif Tokopedia yang berada di Aceh sampai Papua. Jumlah ini setara dengan 10,3% dari total lapangan pekerjaan baru untuk Indonesia pada tahun 2018. Sebanyak 309 ribu di antaranya bahkan menjadikan Tokopedia sebagai sumber penghasilan utama.

Sebaran lapangan kerja itu antara lain di DKI Jakarta (207.117 lapangan kerja), Jawa Barat (172.348 lapangan kerja), Jawa Timur (112.488 lapangan kerja), Sumatera Utara (21.746 lapangan kerja), Bali (25.699 lapangan kerja), Sulawesi Selatan (7.194 lapangan kerja), dan Nusa Tenggara Barat (3.001 lapangan kerja). Jumlah lapangan pekerjaan yang tercipta berkat kehadiran Tokopedia diprediksi akan meningkatkan jumlah lapangan kerja jadi 1.136 juta pekerjaan pada 2019.

"86,55% penjual merupakan pedagang baru. Karena memang Tokopedia berkomitmen meruntuhkan penghalang dan membangun penghubung agar anak muda bisa berbisnis... Dulu lima juta mitra penjual, sekarang 6,4 juta. Banyak ibu rumah tangga menjadi pengusaha, banyak yang tadinya hanya sampingan kini jadi hal utama," ujarnya.

Jadikan harga 21% lebih murah

Saat ini pengguna aktif Tokopedia mencapai 90 juta setiap bulannya. Artinya, 1 dari 3 masyarakat Indonesia sudah mengakses Tokopedia. Wakil Direktur LPEM FEB UI, Kiki Verico mengatakan “Dari hasil riset kami, populasi pengguna Tokopedia menyatakan bahwa Tokopedia membuat harga 21% lebih murah. Tidak hanya itu, Tokopedia juga membuat 79% pembeli menjadi lebih paham tentang produk investasi digital.”

Di sisi lain, populasi penjual di Tokopedia berkembang pesat. Pada 2018, tercatat 5 juta pengguna yang berperan sebagai penjual. Di tahun ini, populasi penjual naik menjadi 6,4 juta. Para penjual di Tokopedia sebesar 86,55% merupakan pedagang baru dan 94% termasuk dalam kategori ultra mikro (penjualan dengan omzet di bawah Rp100 juta per tahun).

“Dari sisi pemberdayaan ekonomi, Tokopedia juga terbukti mampu meningkatkan penjualan hingga 22%. Beberapa daerah di luar Jawa, kenaikannya bahkan sangat signifikan. Gorontalo misalnya mencapai 55,09%, Jambi 41,88%, Sulawesi Utara 36,67%, Kalimantan Timur 35,71%, Lampung 34,27%,” ujar Kiki.

Transaksi terjadi di lintas wilayah Indonesia. Hampir 90% transaksi yang terjadi di kawasan Indonesia Timur, berasal dari Barat (56%) dan Tengah (33%). Sedangkan transaksi yang terjadi di Indonesia Tengah, berasal dari Barat (54%) dan Timur (11%). 

Riset yang sama menyebutkan Tokopedia membuat para pengusaha mikro, kecil, dan menengah yang berada di daerah bisa membeli bahan baku produksi dengan harga lebih murah. Konsumen produktif itu sebagian besar berada di luar Pulau Jawa, antara lain di Bengkulu (54,5%), Sulawesi Tenggara (53,85%), Gorontalo (46,15%), Nusa Tenggara Barat (46,15%), dan Maluku (45,45%).

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: