Tinder ingin hindari pajak dari Google

Match Group, perusahaan induk Tinder ingin melewati pajak dengan mengajak pengguna aplikasi tersebut untuk memasukkan detail kartu kredit mereka ke sistem Tinder.

Tinder ingin hindari pajak dari Google Source: Google

Perusahaan induk Tinder, Match Group baru saja menjadi salah satu pembuat software jajaran atas. Perusahaan ini berusaha untuk tidak lagi mengandalkan Google dalam berjualan aplikasi Tinder. Untuk melakukan hal tersebut Match Group akan mendorong penggunanya untuk memasukkan detail kartu kreditnya langsung ke sistem Tinder. 

Sebagaimana diketahui, tiga jenis model aplikasi yang ditawarkan di Google Play Store, gratis, berbayar dan gratis dengan pembayaran mikro di dalam aplikasi. Untuk jenis yang ketiga, Google akan mematok biaya 30 persen dari transaksi yang terjadi dalam aplikasi. Hal inilah yang ingin dihindari oleh Match Group pada aplikasi Tinder.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Jumlah korban aplikasi pelacak di Android meningkat 35% 

Sejumlah konten baru segera tayang di Hooq

25 aplikasi malware kembali ditemukan di Play Store, hapus saat ini juga!


Langkah ini disebut-sebut mirip dengan yang dilakukan oleh Epic Games. Tahun lalu, Epic Games merilis gim Fortnite versi Android. Kendati begitu, Epic Gems tidak mengandalkan Google untuk memasarkan gim tersebut. Fortnite justru hanya dapat diunduh melalui situs resmi Epic Games.

Dilansir dari TheVerge (20/7), Tinder merupakan salah satu entitas yang paling banyak mendatangkan keuntungan untuk Match Group. Karena itu, Match Group berusaha untuk memperoleh pendapatan secara penuh dari aplikasi Tinder. Biasanya, orang akan membayar di Tinder untuk berlangganan agar dapat menikmati beberapa fitur khususnya. Aplikasi ini menjadi salah satu aplikasi yang paling banyak diunduh di Android dan iOS. 

Belum diketahui apakah Google akan mengambil tindakan terkait langkah yang diambil Match Group ini. Untuk diketahui, Apple pernah melarang update aplikasi Spotify di iOS karena hal serupa. Google tidak mengambil tindakan untuk Epic Games. Namun lain cerita dengan Tinder. Aplikasi ini sebelumnya sudah terdaftar di katalog Google Play Store dan secara teknis masih terikat dengan kebijakan yang diberlakukan Google. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: