TikTok dapat beroperasi lagi di Amerika
Pemerintahan Donald Trump dilaporkan akan menangguhkan pelarangan TikTok di Amerika setelah Oracle dan Walmart secara resmi telah membeli 20 persen saham TikTok Global.
Sumber : FixingPort
TikTok di detik-detik terakhir dapat menghindari larangan peredaran di Amerika oleh presiden Amerika saat ini, yakni Donald Trump. TikTok pada akhirnya, menandatangani kesepakatan dengan dua perusahaan asal Amerika untuk dapat beroperasi di negara tersebut.
Yang mendapatkan saham dari TikTok untuk beroperasi di Amerika adalah Oracle dan Walmart. Keduanya disebut telah mendapatkan masing-masing 10 persen saham dari TikTok secara global.
Hal ini membuat Trump pada akhirnya menangguhkan pelarangan operasi TikTok di Amerika. Padahal, tadinya larangan tersebut akan segera dilakukan tepat pada 27 September mendatang, seperti lapor Engadget (21/9).
Kedua perusahaan teknologi ini memiliki tugas yang berbeda-beda. Oracle akan menjadi "penyedia cloud aman" bagi TikTok dan menyimpan data pengguna Amerika, sementara Walmart akan menggunakan teknologi e-commerce dan periklanannya.
- Jobstreet Tambah Fitur Basic Talent Search, Perusahaan Bisa Cari Kandidat Secara Proaktif
- Ramadan 1447 H, ngaji.ai Bertransformasi Jadi Pendamping Ibadah Harian Berbasis AI
- Paxel Raih Aplikasi Harian Terbaik Google Play 2025, Buktikan Dominasi di Layanan Logistik,
- Sora Melesat di Android, 470 Ribu Unduhan di Hari Pertama Ketersediaan di Play Store
Tak ketinggalan, dalam pernyataan resmi dari pihak TikTok, mereka menang mengakui adanya akuisisi ini. Tapi, sesuai dengan kesepakatan awal, ByteDance sebagai perusahaan induk dari TikTok tidak akan membagikan algoritma video populer mereka ke dua pemegang saham lainnya.








