Qlue gelar Smart Citizen Day demi implementasi smart city

Dijelaskan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, smart citizen juga dibutuhkan guna mewujudkan smart city dan smart nation.

Qlue gelar Smart Citizen Day demi implementasi smart city (Foto: Lely Maulida/Tek.id)

Sejumlah generasi muda Tanah Air, perwakilan dari 34 provinsi mendeklarasikan "smart citizen" di Jakarta. Inisiatif yang digelar Qlue bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) ini dilakukan guna mendorong pembangunan daerah mereka menjadi smart city dan mewujudkan Indonesia menjadi smart nation. 

Diselenggarakan dalam acara bertajuk Smart Citizen Day, 1.500 smart citizen turut memeriahkan acara ini. Dijelaskan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, smart citizen juga dibutuhkan guna mewujudkan smart city dan smart nation. Deklarasi ini juga sekaligus menjadi gambaran bagaimana gotong royong secara digital.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Aplikasi Deepfake asal Tiongkok punya masalah privasi

WeChat kini bisa terintegrasi dengan setir mobil

Gojek tambah fitur GoFitness, fitur pesan tempat dan kelas olahraga


"Kita mengembangkan ekosistem untuk akhirnya menjadi smart citizen. Artinya, partisipasi dari masyarakat ini yang disebut gotong royong menggunakan teknologi. Nilai-nilai gotong royong kan sudah nggak ada, apalagi di kota-kota besar seperti Jakarta, di kampung-kampung dan desa masih ada. Nah ini lah sebenarnya implementasi gotong royong menggunakan digital. Kan masyarakat semua berpartisipasi," kata Rudiantara.

34 deklarator dari 34 provinsi itu diharapkan menjadi agen perubahan di masing-masing daerah asalnya. Mereka bisa menggerakkan komunitas di daerahnya untuk memanfaatkan teknologi informasi yang tersedia.

Salah satu yang menjadi perhatian Rudiantara adalah terkait hoaks yang mudah tersebar di media sosial. Dengan terselenggaranya deklarasi Smart Citizen, Rudiantara berharap masyarakat lebih mampu memilah informasi yang valid.

"Besarnya arus informasi di era digital ini membuat masyarakat harus smart dalam menyaring informasi, sebelum membagikan informasi tersebut ke orang lain. Deklarator dari 34 perwakilan provinsi di Indonesia dapat menjadi agen perubahan sehingga bisa menggerakkan komunitas di daerah masing-masing dengan memanfaatkan teknologi informasi," ujarnya.

Sementara itu, Qlue sebagai aplikasi smart city telah sukses membantu menangani permasalahan di beberapa kota di Indonesia. Dalam satu tahun Qlue berkontribusi mengurangi 8.000 titik banjir menjadi 450 titik. Ini berhasil dilakukan berkat partisipasi aktif dari masyarakat yang melaporkan masalah terkait ke pemerintah.

Berbekal dari kesuksesan itu, CEO Qlue - Rama Raditya mengharapkan seluruh masyarakat berpartisipasi membawa perubahan positif dan pemerintah memberikan respons yang cepat. Dengan begitu, smart city maupun smart nation bisa segera diwujudkan.

"Harapan kita memang sekarang, agar secepatnya seluruh warga aktif berpartisipasi membawa perubahan positif dan pemerintah merespon. Karena smart city itu nggak ada, kalau nggak ada smart citizen," kata Rama.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: