Perusahaan AS berbondong rayu pemerintah melunak ke Huawei

Eksekutif Intel dan Xilinx dilaporkan bertemu dengan Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) akhir bulan lalu.

Perusahaan AS berbondong rayu pemerintah melunak ke Huawei (Foto: Techspot)

Eksekutif Intel dan Xilinx dilaporkan bertemu dengan Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) akhir bulan lalu. Pertemuan itu membahas penempatan Huawei dalam Entity List yang berakibat berhentinya hubungan bisnis perusahaan dengan perusahaan-perusahaan AS.

Reuters menyebutkan Qualcomm juga bertemu dengan regulator yang sama untuk membahas masalah serupa. Pertemuan ini kemudian diperkuat dengan konfirmasi dari kelompok Semiconductor Industry Association (SIA) dimana kelompok ini membantu mengatur pertemuan antara perusahaan dan pemerintah AS.


BACA JUGA

Huawei bakal rumahkan ratusan pekerja di Amerika

Huawei konfirmasi OS Hongmeng untuk perangkat IoT

Smartphone 5G Huawei akan rilis akhir Juli


Perusahaan-perusahaan AS itu tak membantah bahwa menggunakan teknologi Huawei dalam jaringan 5G bisa menimbulkan ancaman terhadap keamanan nasional. Namun mereka berpendapat bahwa smartphone dan server-nya yang menggunakan bagian-bagian lain, tidak mungkin menghadirkan risiko yang sama. 

"Ini bukan tentang membantu Huawei. Ini tentang mencegah kerusakan pada perusahaan-perusahaan Amerika," kata salah satu wakil perusahaan.

Dilansir Techspot, Reuters mencatat biaya yang dihabiskan Huawei untuk membeli komponen pada 2018 adalah sebesar USD70 miliar. USD11 miliar diantaranya jatuh pada perusahaan-perusahaan AS. Broadcom sendiri memperingatkan bahwa ketegangan AS dengan China dan larangan terhadap Huawei akan mengurangi penjualan hingga USD2 miliar di tahun ini.

Sementara itu perwakilan Departemen Perdagangan mengatakan pihaknya secara rutin menanggapi pertanyaan dari perusahaan mengenai ruang lingkup persyaratan peraturan. Regulator itu juga menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak memperngaruhi langkah penegakan hukum.

Meski larangan AS belum berlaku sepenuhnya, Huawei telah merasakan dampak larangan tersebut. Belum lama ini Huawei harus menunda peluncuran MateBook baru. Bloomberg menyebutkan Huawei tengah menghadapi penurunan pengiriman smartphone global hingga 40% - 60%.

Kondisi ini memang mengancam eksistensi Huawei dan Honor. Honor sendiri berencana meluncurkan Honor 20 pada 21 Juni di Inggris dan Prancis. Pengiriman smartphone ini bisa saja dihentikan tak lama setelah dirilis akibat kekhawatiran konsumen akan masa depan ponsel yang tidak bisa menerima pembaruan aplikasi.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: