NetApp soroti perkembangan cloud di tahun 2019

NetApp memaparkan hasil identifikasi yang dilakukan berdasarkan riset bersama IDC. Di tahun 2019, ada empat tren teknologi yang bakal mendukung pertumbuhan transformasi digital.

NetApp soroti perkembangan cloud di tahun 2019 Source: Patardo/Tek.id

NetApp, dalam sebuah pertemuan dengan media memaparkan hasil identifikasi yang dilakukannya berdasarkan riset bersama dengan IDC. NetApp yang merupakan perusahaan penyimpanan komputer dan manajemen data menyatakan bahwa akan terdapat empat tren teknologi yang akan mendukung pertumbuhan transformasi digital di tahun 2019.

Perusahaan yang menginduk di Sunnyvale, California ini menyatakan bahwa tren pertama yang diperkirakan akan muncul adalah perkembangan AI karena dukungan cloud. Dikatakan bahwa sejumlah organisasi dan perusahaan diperkirakan akan semakin mengerahkan software dan layanan AI berbasis cloud di tahun 2019.


BACA JUGA

IBM keluarkan Rp517 triliun untuk akusisi Red Hat

ViBi Cloud luncurkan solusi cloud untuk UMKM dan bisnis menegah

Infinys luncurkan layanan cloud VM baru untuk UMKM


Ana Sopia, Country Manager NetApp Indonesia mengambil contoh dari sektor bisnis perbankan. Sejumlah bank di dunia sudah mulai menggunakan proses profiling nasabah menggunakan AI. Menurut Ana Sopia, pengembangan AI di cloud merupakan salah satu cara yang paling cepat. Pasalnya cloud bersifat fleksibel dan cepat.

Untuk diketahui, di kawasan Asia Pasifik, organisasi yang sudah menerapkan AI pada bisnisnya paling banyak berada di Indonesia, dengan angka 68 persen.

Trend kedua menurut NetApp adalah semakin pintarnya perangkat edge computing, termasuk smartphone dan perangkat IoT lainnya. Bahkan kawasan Asia Pasifik diprediksi akan memiliki sekitar 8,6 miliar perangkat IoT di tahun 2020 nanti.

NetApp juga memandang bahwa hybrid multi-cloud bakal menjadi standar arsitektur teknologi informasi bagi perusahaan besar. Sejumlah teknologi, seperti platform container akan lebih dimanfaatkan untuk mempercepat kinerja pemindahan dan akses menuju data tersebut. Untuk diketahui, platform container mampu menjalankan aplikasi dalam satu sistem operasi saja. Perpindahan data antar platform dapat dilakukan dengan lebih cepat dan mudah.

Seiring dengan pertumbuhan tren platform container, pertumbuhan teknologi cloud berbasis container yang memungkinkan pengembangan aplikasi hybrid cloud. Nantinya aplikasi baru dirancang dan dikembangkan untuk penggunaan public cloud. Hal ini akan mempermudah pemindahan beban kerja dan data menjadi lebih cepat.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: