sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id asus
Selasa, 07 Agst 2018 09:00 WIB

Melancong ke Mi Store: Ada apa di sana?

Beberapa waktu lalu saya menyempatkan diri berkunjung ke Mi Store Gandaria City yang ternyata tidak hanya menjual smartphone

Melancong ke Mi Store: Ada apa di sana?

Beberapa waktu lalu saya menyempatkan diri berkunjung ke Mi Store Gandaria City. Toko yang menjual produk serba Xiaomi di lokasi tersebut baru saja diresmikan pada bulan April lalu. Bersama tenant lainnya, Mi Store Gandaria City dapat ditemukan di lantai 1.

Sebelum masuk ke toko tersebut, saya tidak melihat ada pelanggan di sana, hanya beberapa pegawai yang siap melayani calon pembeli. Sesuai perhitungan saya, waktu itu ada 8 pegawai yang berdiri di depan toko. Setelah saya masuk, salah satu pegawai wanita menghadiri saya untuk bertanya “ada yang bisa dibantu, mas?”

Awalnya saya menanyakan ingin membeli screen protector untuk ponsel Xiaomi Redmi Note 4. Sayangnya barang tersebut tidak tersedia. Dari awal memang berniat membeli barang tersebut untuk melindungi kaca smartphone sehari-hari saya. Oke, tidak terlalu menjadi masalah. Selanjutnya saya menanyakan untuk membeli casing pelindung ponsel tersebut. Sekali lagi, barang tersebut tidak tersedia.

Ternyata memang Mi Store tersebut tidak menjual aksesori seperti yang saya inginkan. Pegawai tersebut dengan ramah menjelaskan tidak menjual akseori screen protector dan casing pelindung untuk seluruh smartphone Xiaomi. Jadi yang tidak ada bukan untuk Xiaomi Redmi Note 4 saja. Yah, agak kecewa sih. Tapi apa boleh buat kalau Mi Store tidak menjualnya.

Hal tersebut tidak lantas menjadikan Mi Store Gandaria City tidak lengkap. Pasalnya saya melihat ada berbagai macam produk keluaran Xiaomi. Mulai dari smartphone tahun lalu (seperti Mi A1) hingga handuk. Tidak ketinggalan pula tersedia Redmi Note 5 yang katanya “HP ghaib”. Redmi Note 5 dijual dengan harga Rp2.599.000 (untuk versi 3/32GB) dan Rp 3.099.000 (untuk versi 4/64GB).

Selain handuk (Rp99 ribu) ada lagi produk yang tidak biasa menurut saya, seperti payung (Rp299.000), kacamata hitam (Rp279.000), dan Mi Car Charger (Rp149.000). Ketika saya bertanya tentang detil produk-produk ini, pegawai yang melayani saya sudah berganti, kini karyawan pria. Sama seperti pegawai wanita tadi, pegawai pria ini juga menerangkan kepada saya dengan ramah. Dia menjelaskan bahwa payung tersebut dapat secara otomatis menutup dan membuka sendiri dengan satu tekanan tombol. Lantaran kardusnya masih tersegel, saya belum sempat mencoba payung otomatis tersebut. Tetapi kedengarannya sih praktis digunakan.

Smartphone Xiaomi Mi A1 yang ketika pertama kali meluncur di Indonesia dibanderol Rp 2.999.000, kini dijual dengan harga Rp 2.799.000 di Mi Store tersebut. Sang pegawai pria tersebut juga menginformasikan bahwa Mi A2 dipastikan akan masuk pasar Indonesia dan tentu saja dijual di Mi Store Gandaria City. Bocoran yang saya dapat dari pegawai itu adalah jika Mi A2 sudah ada di sini, Mi A1 akan mengalami penurunan harga jadi Rp 2.499.000. Menarik bukan?

Ketika saya bertanya apakah lebih baik membeli Redmi Note 5 atau menunggu Mi A2, pegawai tersebut menerangkan kedua smartphone tersebut hampir sama. Jika Anda menginginkan kamera belakang ganda dan masih ingin merasakan antarmuka MIUI, pilih Redmi Note 5; dan jika menginginkan kamera belakang ganda serta menyukai antarmuka Anda Android stock, tunggulah Mi A2 hingga tersedia. Namun si pegawai belum dapat memastikan tanggal pasti kehadiran smartphone berbasis Android One tersebut.

Teman saya, Lely, ingin membeli tali Mi Band 2. Tali tersebut tersedia di Mi Store Gandaria City. Sayangnya, warna yang diinginkan Lely sudah habis terjual. Hanya tersisa warna oranye. Lely ingin membeli tali Mi Band 2 bukan karena tali yang kini dimilikinya telah rusak, tetapi hanya ingin membeli warna yang lain agar tidak bosan dengan warna hitam saja.

Selama saya berbicara dengan pegawai Mi Store, saya melihat sesekali orang mampir dan pergi dari toko ini. Ada pula yang sempat bertanya ke arah kasir. Namun saya tidak memperhatikan apakah mereka membeli sesuatu atau sekadar bertanya-tanya.

Dari suasananya, Mi Store sepertinya memang mengadopsi konsep Apple Store. Desain tokonya terlihat minimalis dan bersih, serta berbagai gadget dipajang di atas meja kayu. Bedanya, Mi Store lebih banyak menawarkan pernak-pernik selain gadget, seperti handuk, koper, bahkan tas. Mungkin Mi Store bisa dibilang sebagai gabungan Miniso dengan Apple Store yang menjual smartphone dan gadget, serta beberapa pernak-pernik sehari-hari lainnya dengan merek Xiaomi.

Itulah pengalaman saya sore-sore berkunjung ke Mi Store Gandaria City di hari kerja. Kecuali untuk aksesori seperti screen protector dan casing, Mi Store Gandaria City terbilang lengkap menawarkan aneka macam produk keluaran Xiaomi seperti smartphone, kacamata hitam, handuk, MI Car Charger, power bank, earphone, headphone dan sebagainya. Salah satu hal yang paling penting adalah Mi Store ini menjawab ketersediaan Redmi Note 5 yang pernah diisukan “HP ghaib.”

Share
back to top