Lego Kenalkan Smart Brick di CES 2026, Evolusi Baru Sistem Lego
Lego memamerkan inovasi sistem pintar di ajang CES 2026 yang membuat proses penyusunan menjadi lebih mudah.
Lego Smart Brick. dok. Lego
Lego memperkenalkan Smart Brick, balok Lego pintar berukuran standar 2 x 4, dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026.
Kehadiran Smart Brick menandai langkah besar Lego dalam mengintegrasikan teknologi modern ke dalam mainan fisik tanpa menghilangkan pengalaman bermain klasik.
Smart Brick merupakan bagian dari inisiatif baru Lego bernama Smart Play, yang juga mencakup Smart Minifigure dan Smart Tag.
Melalui sistem ini, rangkaian Lego dapat merespons cara bermain pengguna secara langsung tanpa memerlukan aplikasi, koneksi internet, maupun perangkat eksternal.
- 5 Faktor yang Mengubah Lanskap Teknologi Asia-Pasifik di 2026
- Antisipasi Lonjakan Mobilitas, Bosch Permudah Pembelian Aki Mobil Lewat Layanan Digital
- TenEleven Gandeng Microsoft di Indonesia, Dorong Transformasi Digital Berbasis AI
- DMMX dan APKESMI Perkuat Digitalisasi Layanan Kesehatan Kabupaten Bekasi
Di dalam Smart Brick tertanam chip ASIC berukuran 4,1 milimeter yang lebih kecil dari satu stud Lego. Chip tersebut menjalankan sistem bernama Play Engine yang mampu mendeteksi gerakan, orientasi, serta medan magnet.
Dengan bantuan kumparan tembaga internal, Smart Brick dapat mengenali jarak, arah, dan posisi Smart Brick lain saat dirakit.
Balok pintar ini juga dilengkapi speaker mini, akselerometer, dan lampu LED. Lego menyebut audio yang dihasilkan tidak sekadar memutar suara rekaman, melainkan suara yang “terkait langsung dengan aktivitas bermain secara nyata”, atau bereaksi langsung terhadap aktivitas bermain anak.
Selain Smart Brick, Lego memperkenalkan Smart Tag dan Smart Minifigure yang berfungsi sebagai pemberi konteks.
Smart Tag berbentuk ubin 2 x 2 tanpa stud dan memiliki identitas digital yang dapat dibaca Smart Brick melalui teknologi near-field magnetic communication.
Teknologi ini mirip dengan NFC, meski Lego belum memastikan kompatibilitasnya dengan perangkat lain di luar ekosistem mereka.
Smart Minifigure juga memiliki identitas digital serupa. Lego menjelaskan, Peran Smart Tag adalah memberi tahu Smart Brick bagaimana ia harus berinteraksi dengan Anda saat bermain. Dengan kata lain,
Smart Tag memberi tahu Smart Brick peran apa yang sedang dimainkan, seperti kendaraan, hewan, atau objek tertentu dalam sebuah set.
Sebagai contoh, Smart Tag dalam set Lego Star Wars X-Wing akan memuat identitas dan instruksi khusus agar Smart Brick bereaksi sesuai dengan karakter pesawat tersebut.
Untuk menghubungkan seluruh komponen, Lego mengembangkan sistem komunikasi nirkabel lokal bernama BrickNet.
Sistem ini berbasis Bluetooth dan menggunakan teknologi proprietary Neighbor Position Measurement, yang memungkinkan Smart Brick mengetahui jarak serta orientasi satu sama lain.
Lego menyebut sistem ini memungkinkan balok-balok pintar tersebut saling “berkomunikasi” secara langsung tanpa aplikasi atau internet, sehingga pengalaman bermain tetap terasa alami seperti Lego konvensional.
Dari sisi daya, Smart Brick menggunakan baterai internal yang diklaim tetap berfungsi meski tidak digunakan selama bertahun-tahun.
Pengisian daya dilakukan secara nirkabel, dan beberapa Smart Brick dapat diisi bersamaan menggunakan satu bantalan pengisi daya.
Smart Brick akan mulai dipasarkan pada 1 Maret 2026, pertama kali melalui dua set bertema Star Wars, yakni Luke’s Red Five X-Wing dan Throne Room Duel and A-Wing, dengan harga masing-masing 69,99 dolar AS atau sekitar Rp1,1 jutaan dan 159,99 dolar AS (Rp2,6 jutaan).









