Lintasarta Dorong AI Marketspace Terintegrasi, Permudah Implementasi AI di Industri Nasional
Lintasarta perkuat AI marketspace terintegrasi untuk percepat implementasi AI industri dan dukung transformasi digital nasional.
Marketspace LAMPU dari Lintasarta. dok. Lintasarta
Adopsi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia terus meningkat, namun banyak perusahaan masih menghadapi tantangan saat mengimplementasikan teknologi tersebut ke dalam sistem operasional mereka.
Kompleksitas integrasi dengan sistem yang sudah ada, keterbatasan infrastruktur, proses pengadaan yang panjang, hingga isu keamanan dan kedaulatan data menjadi hambatan yang kerap memperlambat realisasi manfaat AI.
Menjawab tantangan tersebut, Lintasarta menegaskan posisinya sebagai penyedia solusi digital terintegrasi yang berfokus pada kebutuhan industri.
Lintasarta tidak hanya menghadirkan platform, tetapi juga membangun ekosistem yang memudahkan integrasi dan percepatan implementasi AI secara terukur.
- Teknologi 3D Machine Vision Dinilai Jadi Kunci Transformasi Gudang dan Logistik di Indonesia
- Dorong Transformasi Manufaktur 2026, Mitsubishi Electric Indonesia Perkuat Solusi Otomasi dan Digital Twin
- Lego Kenalkan Smart Brick di CES 2026, Evolusi Baru Sistem Lego
- 5 Faktor yang Mengubah Lanskap Teknologi Asia-Pasifik di 2026
Head of Industry Solution Lintasarta Nurendrantoro menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan AI, namun memerlukan wadah integrasi yang terstandarisasi.
“Indonesia memiliki fondasi inovasi AI yang sangat kuat. Namun agar dampaknya optimal, dibutuhkan wadah yang mampu mengintegrasikan solusi, memperkuat kolaborasi antar pelaku ekosistem, memastikan keamanan data, serta mempercepat implementasi secara terukur. AI marketspace menjadi katalis dan memungkinkan seluruh proses tersebut berjalan lebih sederhana dan efisien,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan AI marketspace memungkinkan solusi diintegrasikan, diimplementasikan, dan diskalakan dalam satu ekosistem yang aman dan terstandarisasi.
Dengan model ini, industri dapat mengurangi kompleksitas teknis sekaligus mempercepat time-to-value dari investasi AI yang dilakukan.
Konsep AI marketspace yang dikembangkan Lintasarta dibangun di atas fondasi 4C, yakni konektivitas (connectivity), komputasi awan (cloud), keamanan siber (cybersecurity), dan kolaborasi (collaboration).
Keempat pilar ini menjadi dasar integrasi solusi digital dan AI, mulai dari pemetaan tantangan bisnis hingga implementasi use case yang relevan bagi industri.
Sebagai implementasi konkret, Lintasarta menghadirkan Lintasarta AI Marketspace Universe (LAMPU).
Platform ini mengorkestrasi berbagai solusi, mulai dari Software as a Service (SaaS), layanan komputasi, Application Programming Interface (API), data services, cybersecurity, hingga solusi AI dan analytics.
Pendekatan ini dirancang agar perusahaan dapat mengadopsi solusi digital secara lebih cepat, aman, dan sesuai kebutuhan operasional.
Lintasarta memandang langkah ini sebagai bagian dari momentum strategis menuju penguatan ekosistem AI nasional.
Dengan pertumbuhan ekonomi digital yang pesat, penetrasi teknologi yang terus meningkat, serta ketersediaan talenta digital, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi kekuatan AI di tingkat regional.









