Lazada ganti tampilan 2018 ini
Ada sentuhan AI di aplikasi mobile Lazada yang baru.
Mengawali 2018 ini, hari ini (17/1) Lazada memperkenalkan wajah baru di aplikasi dan situs mereka. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengalaman berbelanja online bagi konsumen Lazada.
Langkah ini menurut Florian Holm, Co-CEO Lazada merupakan langkah strategis Lazada Indonesia. "Versi terbaru ini membuat tampilan aplikasi dan website kami lebih sesuai dengan minat dan pola belanja konsumen," terangnya.
Selaras dengan penjelasan Lazada, kami juga sempat menelusuri tampilan aplikasi Lazada yang baru dalam perangkat ponsel pintar pribadi. Aplikasi mobile mereka yang baru tampakya memanfaatkan mesin kecerdasan buatan untuk memudahkan personalisasi pengguna. Ada banyak fitur baru yang akan tampil dalam aplikasi mobile Lazada seperti, koleksi produk, kategori produk, dan ragam menu lain yang disesuaikan dengan karakteristik belanja para pengguna Lazada. Oleh karena itu, tampilan aplikasi di ponsel pintar pengguna akan berbeda dengan pengguna yang lainnya.
- Pasar FMCG di E-commerce Tembus Rp128 Triliun di 2025, Gaya Hidup Digital Jadi Penggerak Utama
- Penjualan Kopi di Ecommerce Melonjak 120% Sepanjang 2025, Kemasan Karton Jadi Penentu Lonjakan Nilai
- Laporan DoubleVerify 2025: 52% Konsumen Indonesian Belanja via Social Commerce
- Blibli #NoBlablaDiBlibli: Festival diskon ulang tahun ke-14
Sebagai motor penggerak lainnya, Lazada tetap bertumpu pada program Flash Sale di platform mereka. Di tampilan baru aplikasi Lazada 2018, ada menu khusus Flash Sale yang akan berlangsung tiga kali sehari. Pengguna akan mendapatkan informasi Flash Sale ini bila ketinggalan kesempatan berburu barang Flash Sale di momen sebelumnya.
Tidak hanya memulai 2018 dengan wajah baru, Lazada juga meluncurkan beberapa program untuk lebih fokus di tahun ini. Di sisi penjual, Lazada akan kembali meluncurkan program Upgrade UKM. Program ini merupakan program yang berjalan di 11 kota pada 2017 lalu. Tahun ini, Upgrade UKM akan diadakan di 29 kota.
Achmad Alkatiri, Chief Marketing Officer Lazada Indonesia mengatakan, "Hal ini menarik, karena tahun lalu kita sudah ke 11 kota. Kita tidak mau sistem kita datang kemudian pergi. Jadi di 29 kota ini kita akan memperkenalkan Lazada University. Nanti fokusnya untuk membesarkan seller kita," ungkapnya.
Alkatiri menyebut, saat ini Lazada sudah memiliki 65 ribu seller di seluruh Indonesia. Tahun ini Lazada mentargetkan pertumbuhannya dua kali lipat.








