sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id oppo
Jumat, 14 Jan 2022 11:30 WIB

Krafton gugat Google dan Apple terkait distribusi Free Fire

Dalam sebuah kabar terbaru, Krafton disebut menggugat Google dan Apple karena distribusi gim Free Fire yang disebut menyalin gim PUBG Mobile.

Krafton gugat Google dan Apple terkait distribusi Free Fire

Plagiarisme merupakan masalah yang seringkali terjadi di zaman yang serba digital seperti saat ini. Hal ini cukup banyak terjadi di berbagai bidang, termasuk industri kreatif seperti pembuatan aplikasi atau gim.

Hal ini pun dialami oleh salah satu pembuat gim kenamaan, yakni Krafton. Seperti diketahui, mereka merupakan pengembang gim PUBG Mobile, yang merupakan pionir gim mobile bergaya battle royale .

Krafton diketahui pernah melaporkan beberapa pengembang gim lain, termasuk ke Garena Online ke pengadilan pada 2017 silam. Mereka mengatakan bahwa Free Fire milik pengembang gim asal Singapura tersebut telah menjiplak IP battle royale milik mereka.

Meski kasus tersebut telah ditutup, baru-baru ini Krafton kembali menggugat Garena Online. Kasusnya sama, yakni berhubungan dengan gim Free Fire. Kini, kasus tersebut dibawa ke pengadilan federal Amerika Serikat.

Dan yang paling menarik, baru-baru ini disebutkan bahwa laporan terkait plagiarisme ini telah merambat ke beberapa perusahaan besar. Kali ini, Google dan Apple disebut terseret dalam kasus tersebut.

Engadget (14/1) melaporkan bahwa Krafton menggugat Google dan Apple terkait dengan izin distribusi gim tersebut. Krafton menuduh bahwa setelah penyelesaian kasus tersebut pada tahun 2017, Garena segera melanjutkan penjualan Free Fire di Google Play dan Apple App Store tanpa menandatangani perjanjian lisensi apa pun untuk menggunakan konten game yang diperkarakan. 

Selain itu, Garena mulai menjual game battle royale lain dengan silsilah hak cipta yang dipertanyakan, Free Fire Max, pada September lalu. Atas alasan tersebut, Krafton menggugat Garena atas pelanggaran hak cipta.

Mereka mengatakan, "Garena telah memperoleh ratusan juta dolar dari penjualan global aplikasi yang melanggar." Selain itu, mereka meminta Google dan Apple Store bertanggung jawab atas kerusakan yang disebabkan oleh hosting konten tersebut.

Pengembang gim yang berkantor pusat di Seoul, Korea Selatan itu pun menuntut kerugian sesuai dengan undang-undang yang berlaku, yakni meminta USD150.000 (sekitar Rp2,1 miliar) per pelanggaran.

Hingga berita ini dibuat, masih belum ada pernyataan resmi baik dari pihak Krafton, maupun Garena Online, Google, dan Apple terkait dengan masalah tersebut.

Share
×
tekid
back to top