Kemenkominfo bakal saring pencarian pornografi di internet

Kemenkominfo dan APJII akan melakukan uji coba penyaring gambar bermuatan pornografi dalam fitur pencarian aman di internet

Kemenkominfo bakal saring pencarian pornografi di internet

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama operator dan Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) akan melakukan uji coba penyaring gambar bermuatan pornografi dalam fitur pencarian aman di internet (safe search). Dengan begitu masyarakat tak akan lagi menemukan gambar bermuatan pornografi ketika mencoba menelusurnya di internet.

"Jadi kalau masyarakat melakukan search dengan kata-kata pornografi dan kemudian pindah ke image (menu-nya) tidak ada lagi gambar-gambar berbau porno," kata  Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Semuel A. Pangerapan di Gedung Kemenkominfo.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Palapa Ring Timur selesai, startup dari timur siap melejit

Menkominfo : Peresmian Palapa Ring Timur tinggal tunggu momentum

Begini cara mendapatkan beasiswa online 2019


Langkah ini ditempuh setelah Kemenkomindo menerima banyak laporan dari pengguna Instagram bahwa konten pornografi tidak lagi muncul berdasarkan keyword, melainkan gambar. "Sekarang kan mereka menaruhnya bukan di kata-kata eksplisit tadi. Tapi sudah di lain-lain, memang kita sudah kucing-kucingan terus," ujar Semuel.

Menurutnya, beberapa operator melaporkan inisiatif guna menyaring gambar bermuatan pornografi di fitur pencarian website atau safe search. Fitur itu juga telah diterapkan oleh operator terkait.

Lebih lanjut Semuel mengharapkan fitur itu mampu mengurangi konten pornografi yang beredar di internet. Setidaknya Selasa pekan depan, konten bermuatan pornografi lebih berkurang dibanding sebelumnya.

Langkah ini dijelaskan Semuel didasarkan pada Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Secara teknis ketika pengguna melakukan pencarian, maka gambar yang bermuatan pornografi tak akan lagi muncul.

"Jadi eksplisitnya gambarnya? Tidak ada lagi seperti itu. Nanti gambarnya bisa hilang atau di-blur," papar Semuel seraya menunjukkan fitur safe search on yang bisa menghilangkan gambar bermuatan pornografi dari hasil pencarian di browser.

Fitur itu sendiri bukan diterapkan pada pencarian website seperti Google Search melainkan pada penyedia jasa internet atau ISP. "Banyak sekali dari ibu-ibu kita terima surat, kita mau mencoba mencari cara, ya sudah sekalian memanfaatkan fitur safe search. Tidak hanya di mesin pencari, per Selasa satu per satu kita coba pencariannya, baik itu Google atau Instagram," ujarnya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: