Jual gim di China semakin sulit
Pemerintah China akan dilibatkan pada setiap gim yang masuk dan dijual di negaranya. Bahkan kebijakan itu juga diterapkan kepada pengembang gim domestik
(Foto: Updato)
Pemerintah China akan dilibatkan pada setiap gim yang masuk dan dijual di negaranya. Bahkan kebijakan itu juga diterapkan kepada pengembang gim domestik jika ingin gimnya dijual secara legal. Ini menjadi masalah baru mengingat pemerintah setempat juga belum menyetujui gim digital baru sejak Maret lalu.
Kebijakan itu juga praktis menyebabkan kelangkaan peluncuran gim baru di China, serta membuat pengembang dan penerbit gim terkendala. China sendiri menghabiskan waktu yang lebih banyak untuk gim ketimbang negara lain termasuk Amerika Serikat (AS).
Kebijakan ini diakibatkan dari pergeseran dalam pemerintahan China. Administration of Press, Publication, Radio, Film and Television (SAPPRFT) sebelumnya bertanggungjawab menyetujui gim yang masuk. Namun kini lembaga itu dipecah dimana State Administration of Radio and TV (SART) mengambil alih tanggungjawab tersebut.
Tak hanya itu, kementerian kebudayaan setempat juga terus aktif memeriksa dan memberikan izin pada berbagai gim yang akan melenggang di negeri Tirai Bambu tersebut. Alhasil sebuah gim harus melalui dua lembaga sebelum akhirnya dinilai legal untuk dijual di China.
- Point Blank Bagi-Bagi Senjata Gratis dan Diskon Item hingga 50 Persen, Troopers Baru Diuntungkan
- Indonesia Jadi Negara Pertama Peluncuran Akun Roblox Kids, Anak di Bawah 16 Tahun Kini Punya Pembatasan Konten
- Gamer Perlu Waspada, Duduk Terlalu Lama Bermain Game Berisiko Sebabkan Wasir
- Game Legendaris Flyff Tampil Lebih Modern Lewat Versi Mobile
Menurut Niko Partners, minimnya izin menjadi alasan mengapa Tencent menarik gim Monster Hunter: World dari platform WeGame awal pekan ini. Capcom juga telah meluncurkan gim yang sama untuk PC di seluruh dunia namun akhirnya ditarik Tencent dari China sebagai tanggapan atas keluhan pemerintah.
Kemungkinan lain terkait diawasinya Monster Hunter adalah tindakan tegas pemerintah China terkait konten dalam gim itu. "Kementerian Kebudayaan telah menyelidiki sejumlah penerbit dan distributor gim dan mengeluarkan denda kepada mereka yang melanggar undang-undang penerbitan gim," demikian tulis Niko Partners dalam blognya.
China memang tak pernah memudahkan akses bagi para pengembang asing. Sebagai pengganti, banyak perusahaan asing yang bekerja sama dengan mitra lokal seperti Tencent dan Perfect World untuk mempercepat proses persetujuan guna melenggangkan gim buatan mereka. Demikian dilansir Venture Beat (16/8).








