Intel kembali rebut tahta perusahaan semikonduktor terlaris

Intel pada akhirnya kembali merebut tahta perusahaan semikonduktor terlaris setelah sebelumnya pada 2017 posisi ini direbut oleh Samsung.

Intel kembali rebut tahta perusahaan semikonduktor terlaris Intel (Pcgamesn)

IC Insights baru saja menerbitkan laporan terbaru mereka yang berkaitan dengan penjualan semikonduktor di seluruh dunia. Dalam laporan tersebut, mereka menyebutkan bahwa Intel kembali menjadi perusahaan semikonduktor paling laris sepanjang 2018.

Dalam laporan bertajuk 2019 McClean Report, sepanjang 2018, terdapat penurunan 24 persen di pasar memori dunia. Hal ini akan mempengaruhi penjualan semikonduktor yang menyebabkan penurunan penjualan sekitar 7 persen.


BACA JUGA

IC Insights : Intel kembali rajai pasar semikonduktor

AMD sesumbar CPU terbaru mereka tidak akan terserang ZombieLoad

Bocoran spesifikasi Ryzen 5 3400G dan Ryzen 3 3200G


Intel dikabarkan berhasil meraup keuntungan sebesar USD70,6 miliar atau sekira Rp1000 triliun. Sedangkan Samsung, berada di posisi kedua dengan pendapatan sekira USD63,1 miliar atau sekira Rp900 triliun.

Intel pun berhasil mempertahankan penjualan mereka, sedangkan Samsung dikabarkan mengalami penurunan penjualan sebesar 20 persen. Sedangkan perusahaan semikonduktor lain seperti Toshiba, SK Hynix, dan Micron mengalami penurunan penjualan lebih dari 20 persen.

Wccftech (11/3/2019) melaporkan, posisi ini akan sedikit membantu Intel melawan chip ARM yang sebentar lagi akan banyak masuk ke perangkat laptop. Salah satunya adalah Apple, yang sudah siap menggunakan chip Arm di perangkat MacBook mereka dan meninggalkan Intel.

Dikabarkan, selama beberapa tahun kebelakang, Samsung telah mengganggu penjualan Intel. Bahkan, pada 2017 silam, perusahaan asal Korea Selatan tersebut berhasil merebut posisi Intel sebagai penjual semikonduktor terbesar di dunia.

Hal ini membuat Intel harus melepas rekor mereka, yang sebelumnya telah berjaya selama hampir 23 tahun, yakni 1883 hingga 2016. Namun kedepannya, dengan banyak gangguan dari perusahaan semikonduktor lain, tampaknya Intel tidak akan bisa mengulang sejarah mereka.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: