Instagram jadikan posting 'aku akan memperkosamu' sebagai iklan
Jurnalis Olivia Solon mendapat ancaman pemerkosaan dan memasang screenshootnya di Instagram. Instagram menjadikannya sebagai bahan iklan.
Instagram melakukan kesalahan fatal tatkala memasang iklan layanannya di Facebook. Mereka mengiklankan foto yang justru berisi ancaman pemerkosaan terhadap harian The Guardian Olivia Solon.
Ketika mendapatkan ancaman tersebut melalui surel, Olivia memang memasang screenshot-nya di Instagram dan mendapat banyak reaksi dari teman-temannya. Nah, algoritma Instagram secara otomatis menargetkan teman-teman Olivia yang belum menggunakan Instagram sebagai sasaran iklan. Celakanya, mereka secara otomatis pula memilih foto yang paling banyak mendapatkan reaksi.
Menurut laporan The Guardian, iklan ini dengan segera mendapat reaksi beragam dari warganet. Olivia sendiri menertawakan kejadian tersebut di akun Twitter-nya.
Instagram is using one of my most "engaging" posts to advertise its service to others on Facebook ???? pic.twitter.com/lyEBHQXMfa — Olivia Solon (@oliviasolon) September 21, 2017
Persoalan ini tak bisa dianggap remeh karena, di saat yang sama, Facebook juga medapat sorotan. Pasalnya, mereka memungkinkan pengguna untuk memasang iklan yang menargetkan orang-orang yang membenci ras Yahudi. Padahal sentimen anti-semit sangat sensitif di Eropa dan Amerika Serikat.
Facebook sendiri sudah mengambil tindakan atas kejadian ini. COO Facebook, Sheryl Sandberg mengatakan, mereka telah mengubah kebijakannya dan menonaktifkan sistem tersebut.
Kejadian yang menimpa Instagram menegaskan bahwa mereka tak bisa sepenuhnya bergantung pada sistem algoritma. "Mohon maaf untuk kejadian ini. Hal ini tidak semestinya dialami oleh pengguna kami,” demikian penjelasan Instagram atas kejadian tersebut.









