sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id benq
Selasa, 27 Nov 2018 11:19 WIB

Hoaks WhatsApp membawa kematian di India

Di India, hoaks tentang penculikan anak-anak berbuntut kematian dua lusin orang tidak bersalah. Korban jatuh sejak April 2018 hingga kini.

Hoaks WhatsApp membawa kematian di India
source : as.com

Sejak April 2018, hoaks yang beredar melalui WhatsApp di India berbuntut kematian dua lusin orang tidak bersalah. Salah satu korban pertama adalah, perempuan 65 tahun bernama Rukmani.

Ia dan empat anggota keluarganya berkendara dari sebuah kuil di Selatan kota Tamil Nadu. Masyarakat yang salah mengira bahwa mereka adalah kelompok penculik, menyerang mereka.

Semua karena isu WhatsApp yang menyebar. Isu penculikan anak ini telah beredar di India selama berbulan-bulan.

Sebenarnya, video tersebut diproduksi untuk kepentingan layanan publik di Pakistan. Hanya saja, editannya terlihat seperti penculikan asli. 

WhatsApp punya seperempat miliar pengguna di India. Klip penculikan anak di India begitu viral. Jutaan masyarakat berpendidikan rendah di India pun percaya begitu saja dengan apa yang mereka lihat di WhatsApp.

Informasi hoaks seperti ini masalah besar bagi WhatsApp. Ia telah membanjiri lini masa selama beberapa tahun. Tidak hanya di India, namun juga Brazil, Srilanka, hingga di Indonesia.

Penyebaran pesan hoaks di WhatsApp sangat mudah. Banyak kabar tidak benar beredar di grup WhatsApp. Lalu ketika berita salah ini dilempar lagi ke grup lain, tidak ada yang tahu siapa pengirim pertamanya.

WhatsApp pun mulai melabeli semua lemparan pesan (forwarded messages) seperti ini. Di India, WhatsApp beriklan di koran untuk mengedukasi orang-orang mengenai isu hoaks. Mereka menyarankan agar bekerjasama dengan polisi dan pemeriksa fakta independen untuk klarifikasi isu sebenarnya.

Share
back to top