Google masih cari cara batasi pengguna pakai perangkat digital

Para peneliti Google saat ini sedang mencari cara untuk membantu para pengguna perangkat digital mengurangi adiksi terhadap perangkat mereka

Google masih cari cara batasi pengguna pakai perangkat digital Ilustrasi adiksi perangkat digital (Pexels)

Perusahaan teknologi seperti Apple dan Google saat ini telah memberikan solusi untuk membantu konsumen mereka membatasi penggunaan perangkat digital. Apple baru-baru ini meluncurkan Time Tool untuk iPhone, sedangkan Google merilis Digital Wellbeing.

Memang, para pengguna memiliki pilihan untuk mencoba untuk membatasi penggunaan perangkat digital melalui fitur itu. Sayangnya, para pengguna tersebut masih merasa jika fitur yang mereka pakai terasa seperti ‘solusi perusahaan yang diperkirakan paling tepat untuk para konsumennya’.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Apple berikan investasi baru untuk Corning

Asus, ada ratusan gim mobile dengan refresh rate di 120 fps

Razer buat casing untuk gamer pengguna iPhone 11 dan iPhone 11 Pro


Namun, belakangan ini sekelompok peneliti dari Google mulai melakukan penelitian untuk melihat bagaimana perasaan rata-rata orang tentang ponsel dan teknologi mereka secara umum, untuk menyempurnakan fitur yang kini sudah ada di perangkat mereka.

Diyakini jika penelitian ini pada akhirnya diharapkan dapat membantu Google membantu orang mengelola waktu yang mereka habiskan menggunakan teknologi mereka.

Digital Trends menyebut, para peneliti mencatat bahwa secara umum melalui munculnya media sosial, email, dan berita, orang-orang menjadi memiliki kewajiban untuk menjawab setiap notifikasi yang masuk.

Hal ini kemudian menyebabkan banyak stres yang tidak perlu. Ada beberapa alasan untuk ini, yang pertama adalah ponsel cerdas dibangun untuk menarik perhatian orang, sehingga membuat seseorang sulit untuk menghentikan kebiasaan menggunakannya.

Studi ini juga mencatat bahwa banyak pengguna perangkat yang berharap bisa memutuskan hubungan dengan perangkat mereka sesuka hati. Tapi, jika mereka dipaksa untuk memutuskan hubungan dengan perangkat yang mereka miliki, seperti tertinggal di rumah atau kehabisan baterai akan memberikan efek kekhawatiran yang berlebih.

Selain mengamati perilaku tersebut, mereka juga mencatat beberapa cara di mana perusahaan teknologi seperti Google dapat membantu pengguna menemukan keseimbangan yang lebih baik. 

Sebagai permulaan, sebuah telepon setidaknya harus memiliki manajemen yang lebih baik dalam memfasilitasi pemutusan hubungan dari dunia digital. Salah satu caranya adalah dengan memberikan informasi kepada pengguna tentang waktu yang mereka habiskan di perangkat mereka.

Kedua, ponsel pintar dapat membantu mengurangi godaan untuk kembali terlibat dengan fitur seperti penghitung waktu aplikasi. Dan yang terakhir, telepon dapat memfasilitasi pemutusan sebagian hubungan dengan perangkat digital, dengan membatasi beberapa aplikasi daripada mengambil pendekatan semua atau tidak sama sekali. 

Sayangnya, Google menegaskan bahwa untuk saat ini apa yang mereka lakukan masih belum bisa sepenuhnya membantu pengguna mengelola kehidupan digital mereka. Para peneliti pun masih memiliki jalan yang sangat panjang untuk benar-benar membantu seseorang dapat mendapatkan keseimbangan menggunakan perangkat digital mereka.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: