Google himpun banyak data wajah demi Pixel 4

Google telah menguji sistem pengenal wajah yang baru pada Pixel 4 di berbagai kota dengan mendekati orang-orang.

Google himpun banyak data wajah demi Pixel 4 (Foto: Phone Arena)

Gambar render Google Pixel 4 yang muncul ke publik memperlihatkan bahwa smartphone tersebut tak dilengkapi pemindai sidik jari di bodi belakang. Padahal fitur itu telah melengkapi jajaran Google Pixel edisi sebelumnya. Sementara itu, jika pemindai sidik jarinya ditempatkan di depan perangkat, bezelnya terlalu kecil untuk mengakomodir fitur tersebut.

Asumsinya adalah Pixel 4 akan membawa fitur pemindai sidik jari di layar. Namun ada juga spekulasi yang menyebut Google akan membekali pengenal wajah 3D di smartphone terbarunya. Salah satu cara untuk menerapkannya tanpa metode yang kompleks seperti Face ID iPhone adalah dengan melengkapi Pixel 4 dengan kamera Time of Flight (ToF).


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Google siapkan layanan finansial dengan Google Pay

Ini daftar gim yang tersedia saat peluncuran Stadia 

Google bentuk aliansi untuk menghalau aplikasi berbahaya di Android


Dilansir Phone Arena (22/7), teknologi ToF lebih murah dan lebih mudah didapatkan serta bisa menghasilkan peta 3D wajah seseorang. Hal ini dilakukan dengan menembakkan sinar inframerah dan mengukur waktu yang diperlukan untuk mengembalikan pantulan sinar dari subjek kembali ke ponsel. Dengan demikian, Google tampaknya akan menghilangkan pemindai sidik jari di Pixel 4 dan fokus pada fitur pengenal wajah.

Menurut Zdnet, Google telah menguji sistem pengenal wajah yang baru di berbagai kota dengan mendekati orang-orang kemudian memberikan mereka voucher USD5 di Amazon atau Starbucks. Sebagai gantinya, orang-orang itu merekam wajahnya dengan ponsel yang sangat disamarkan, yang kemungkinan merupakan Pixel seri baru.

Contohnya, seorang insinyur tengah menikmati udara segar di New York kemudian didekati oleh beberapa orang yang membawa ponsel. Dia mengatakan "pada akhirnya mereka menghampiri saya dan berkata 'Hai saya bekerja untuk Google dan kami sedang mengumpulkan data untuk meningkatkan penguncian ponsel dengan pengenal wajah generasi berikutnya'."

Mereka selanjutnya memberikan smartphone dalam wadah yang besar dan meminta insinyur itu untuk menggunakan kamera depan guna menangkap berbagai sudut wajahnya. "Saya bertanya apakah dia satu-satunya tim yang mengumpulkan data kerena mereka akan membutuhkan jumlah data yang banyak untuk mencapai apa yang mereka inginkan. Dalam arti, satu orang dalam tim bisa melakukan ini selama bertahun-tahun dan masih belum cukup. Dia menyebutkan mereka memiliki tim yang banyak di kota ini," kata George yang merupakan insinyur dan salah satu subjek riset Google.

"Saya mengira mereka akan menggunakan data untuk melatih neural network guna mengenali wajah. Kemudian Anda melatih ponsel untuk mengenali wajah Anda secara spesifik. Itulah yang digunakan untuk membuka kunci ponsel Anda, gaya Face ID namun lebih akurat."

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: