Google hapus aplikasi pengintai dari Play Store

Google kembali menghapus beberapa aplikasi dari katalognya di Play Store. Pasalnya, aplikasi ini sengaja didesain untuk mengintai orang lain.

Google hapus aplikasi pengintai dari Play Store Source: Pexels

Google tampaknya harus bekerja keras untuk mengkurasi aplikasi yang di Play Store. Pasalnya, ada banyak aplikasi yang berpotensi membahayakan dan mencuri data penggunanya, misalnya tracking app atau aplikasi pelacak. 

Sesuai namanya, tracking app digunakan untuk memata-matai target dengan cara menginstall aplikasi tersebut di smartphone target. Aplikasi ini dapat mengumpulkan lokasi target, isi SMS, dan riwayat panggilan telepon target. Parahnya, aplikasi ini juga dapat menyembunyikan diri sehingga tidak bisa terdeteksi di smartphone target. 


BACA JUGA

Disney+ akan dapat digunakan lintas platform

Microsoft sediakan aplikasi untuk SMS spam menyebalkan

Ilmuwan kembangkan aplikasi untuk selamatkan kupu-kupu


Dalam sebuah blog resmi, Avast (18/7) melapornya adanya temuan tujuh aplikasi di Google Play Store yang digunakan untuk memata-matai orang lain. Entah kebetulan atau tidak, namun semua aplikasi itu didesain oleh pengembang asal Rusia. Aplikasi itu dijadikan sarana untuk memata-matai karyawan, pasangan atau anak-anak para penggunanya. 

Pada tahap awal, Avast mendeteksi empat aplikasi. Setelah dilaporkan ke Google, raksasa teknologi itu langsung menghapus keempat aplikasi tersebut dari Play Store. Selang satu hari, tiga aplikasi serupa juga ditemukan dan langsung dihapus oleh Google. 

Untuk diketahui, total jumlah unduhan ketujuh aplikasi tersebut adalah 130.000 kali. Unduhan terbanyak dimiliki oleh aplikasi Spy Tracker dan SMS Tracker dengan masing-masing jumlah unduhan sebanyak 50.000 kali. 

Cara kerja aplikasi mata-mata itu adalah sebagai berikut: sang pengintai akan mengunduh aplikasi mata-mata dari Play Store, kemudian menginstallnya di smartphone target. Selanjutnya, pengintai akan memasukkan alamat email beserta passwordnya. Nantinya hasil pengintaian akan dikirim ke alamat email itu. 

Aplikasi ini akan membantu pengintai untuk menyembunyikan aksi tersebut dengan memberikan peringatan pada target untuk menghapus aplikasi lain. Setelah dilakukan pengaturan, aplikasi mata-mata ini tidak akan menampilkan ikon apa pun sehingga membuat target tidak menyadari bahwa dirinya sedang dimata-matai. Selanjutnya aplikasi mata-mata tersebut akan mengungkap lokasi target, mengumpulkan kontak, SMS dan riwayat panggilan mereka. 

Untuk diketahui, ketujuh aplikasi yang dimaksud oleh Avast, antara lain Track Employees Check Work Phone Online Spy Free, Spy Kids Tracker, Phone Cell Tracker, Mobile Tracking, Spy Tracker, SMS Tracker, dan Employee Work Spy. Google mengklaim sudah menghapus ketujuh aplikasi tersebut dari katalog mereka. 

Google bukannya menutup mata terhadap masalah keamanan ini. Pihaknya mengaku memiliki kebijakan untuk melarang aplikasi jenis ini berada di katalognya dan telah mengambil beberapa langkah untuk mengatasinya. Kabarnya, Google sudah menyumbangkan sumber daya ke lembaga amal anti kekerasan domestik dan bekerja sama dengan peneliti di bidang keamanan dan privasi. Google bahkan merilis sebuah studi di tahun 2017 sebagai panduan praktis ketika menghadapi pelanggar jenis ini. 

Hasil temuan Avast ini menggambarkan tantangan yang harus dihadapi Google untuk memberikan keamanan dan kenyamanan pada para penggunannya. Lolosnya aplikasi ini terjadi karena dapat mengelabui penyaringan otomatis yang dilakukan Play Store. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: