Gara-gara Amerika, Google dan Huawei gagal garap speaker pintar
Sayangnya, Google harus memotong dukungan terhadap Huawei, rencana untuk membuat speaker tersebut harus berakhir.
Google Home
Perang dagang Amerika dan Tiongkok yang berimbas dengan masuknya Huawei ke dalam daftar hitam entitas perdagangan Amerika, menyisakan cerita unik. Ternyata, selain harus meninggalkan pasar smartphone Amerika, mereka juga harus kehilangan pengembangan produk lain.
Kali ini, mencuat kabar bahwa selama setahun terakhir, Huawei dan Google mengembangkan sebuah speaker pintar bersama-sama. Speaker ini dikabarkan akan memiliki kemampuan yang sama dengan Google Home..
Ubergizmo (30/7) melaporkan, speaker pintar ini akan memiliki dukungan Google Assistant. Sayang, kita tidak akan pernah melihat seperti apa kemampuan speaker tersebut. Pasalnya Google terpaksa tidak lagi mendukung Huawei karena ikuta aturan pemerintah Amerika.
Sebenarnya, hubungan antara Huawei dan Google bisa dibilang cukup erat. Mereka telah menjalin kerjasama yang cukup lama. Hubungan mereka terjalin semenjak mereka menggarap perangkat Nexus 6P.
- Cara Menonaktifkan Gemini dan Mengembalikan Google Assistant di Ponsel Android
- Google Sewa 110.000 GPU Nvidia dari SpaceX, Bayar Rp16 Triliun per Bulan
- Google Luncurkan Dreambeans, Aplikasi AI yang Ubah Aktivitas Pengguna Jadi Cerita Bergaya Kartun
- Alphabet Siapkan Dana Rp1.300 Triliun untuk Perkuat Infrastruktur AI
Laporan selanjutnya menambahkan bahwa kedua perusahaan juga bekerja bersama untuk membuat smartphone Huawei kompatibel dengan Android Auto. Tapi kembali lagi, karena Google sudah tak lagi mendukung Huawei, kerjasama ini juga telah dibatalkan.








