China izinkan beberapa gim yang diblokir kembali beredar

Setelah selama beberapa bulan diblokir, beberapa gim populer tersebut sudah kembali bisa dimainkan oleh masyarakat China.

China izinkan beberapa gim yang diblokir kembali beredar Ilustrasi anak bermain game (pexels)

Pemerintah China kurang lebih satu bulan yang lalu telah melakukan pemblokiran besar-besaran terhadap gim tertentu. Imbasnya, beberapa pengembang populer pun harus kecewa karena gim mereka tidak dapat dimainkan.

Untungnya, pemerintah China sudah mulai mengendorkan regulasi tersebut. Dua pengembang gim, yakni Tencent dan NetEase berhasil membujuk pemerintah untuk mengangkat pelarangan gim mereka untuk dimainkan.


BACA JUGA

Square Enix akan luncurkan Final Fantasy VIII Remaster September mendatang

PES 2020 dipastikan akan punya versi mobile

Gamer PUBG di Xbox One dan PlayStation 4 bisa main bareng


Engadget (30/1) melaporkan, pemerintah China pun akan mengangkat total 95 gim yang awalnya diblokir. Tentunya, hal ini merupakan kabar yang sangat bagus, baik bagi para gamer maupun para pengembang.

Sekadar informasi, ini merupakan kali keempat pemerintah China melakukan pengangkatan pemblokiran. Pada tiga putaran sebelumnya, gim-gim Tencent dan NetEase selalu tidak turut serta dalam pembebasan.

Gim yang kembali dapat dimainkan dari pengembang Tencent adalah PUBG dan Monster Hunter: World. Sedangkan gim dari NetEase, seperti World of Warcraft dan Overwatch juga sudah dapat dimainkan kembali.

Sedangkan untuk gim mobile, beberapa gim seperti Wood Joints dan Folding Fan yang mengajarkan arsitektur dan keahlian tradisional Cina milik Tencent sudah dapat dimainkan. Sedangkan gim NetEase, yakni Zhan Chun Qiu, gim yang menampilkan panglima perang dan pendekar pedang China, juga sudah aman.

Meningkatnya pengawasan video game terjadi selama kampanye “penumpasan dunia maya”, yang diinisiasi oleh Presiden China, Xi Jinping. Pengawasan ini bahkan sampai memberlakukan pedoman yang lebih ketat pada aplikasi video pendek, seperti TikTok, yang membuat pembuat konten bertanggung jawab atas konten yang mereka posting.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: