Canon punya senjata untuk lawan Fujifilm Instax

CLIQ+ memiliki sensor beresolusi 8 MP dan cermin selfie di sekeliling lensa. Lebih besar dibandingkan dengan 5 MP dan cermin berukuran kecil pada CLIQ.

Canon punya senjata untuk lawan Fujifilm Instax Source: Canon via Engadget

Canon mencoba bersaing melawan Fujifilm dengan kamera instan pertamanya, IVY CLIQ DAN CLIQ+. Pengguna dapat menyimpan foto digital atau memuatnya dengan 10 lembar kertas Zinc dan mencetak dalam format 2x2 atau 2x3 inci.

Dilansir dari Engadget (29/3), kamera ini dilengkapi lampu blitz dan cermin untuk selfie, optical viewfinder, slot microSD, pengisian daya USB, dan autofocus/auto exposure. Lensa yang digunakannya dilengkapi dengan focal length 25,4 mm dan aperture f/2.2.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Ini prediksi spesifikasi kamera DSLR flagship, Nikon D6 mendatang

Canon 90D punya resolusi 32 MP dan bisa rekam video 4K

Ilmuwan kembangkan sistem implan kamera untuk tunanetra


CLIQ+ memiliki sensor beresolusi 8 MP dan cermin selfie di sekeliling lensa, dibandingkan dengan 5 MP dan cermin berukuran kecil pada CLIQ. CLIQ+ juga memiliki ring lampu flash di sekitar lensa, yang terletak di atas flash standar. Ring flash tersebut dapat digunakan untuk hasil foto lebih lembut. Ada pula dukungan konektivitas Bluetooth yang memungkinkannya menambahkan filter, frame, dan teks menggunakan smartphone via aplikasi Canon Mini Print.

Dapat dikatakan Canon terlambat untuk menghadirkan kamera instan. Fujifilm menjual 8,5 juta unit Instax hanya dalam tiga kuartal tahun lalu, hampir dua kali lipat penjualannya di sepanjang tahun 2016. Sayangnya kertas film Zink berkualitas lebih rendah jika dibandingkan dengan film Instax milik Fujifilm. Berita bagusnya adalah harga Canon cukup menarik dengan USD100 (Rp1,4 juta) untuk IVY CLIQ, dan USD160 (Rp2,3 juta) untuk CLIQ+.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: