Bytedance makin serius melangkah ke pasar gaming

Bytedance dilaporkan mengakuisisi Mukon Technology. Hal ini memperkuat langkah Bytedance untuk terjun ke segmen gaming.

Bytedance makin serius melangkah ke pasar gaming Source: Bytedance

Perusahaan induk TikTok, Bytedance kabarnya telah mengakuisisi Mokun Technology. Adapun Mokun Technology merupakan perusahaan pengembang gim yang sebelumnya dimiliki 37 Interactive Entertainment. Mokun Technology resmi berada di bawah naungan Bytedance setelah dibeli oleh Zhaoxi Guangnian, anak perusahaan lapis kedua Bytedance.

Pasca diakuisisi, Senior Vice President Bytedance, Zhang Lidong, mengambil peran untuk memimpin perusahaan tersebut. Sayangnya pihak Bytedance memilih bungkam mengenai harga kesepakatan akusisi Mokun.


BACA JUGA

Firefox bakal blok web tracker secara default

WhatsApp tak lagi bisa simpan foto profil

Laporkan bug di Facebook dengan menggoyang ponsel


Proses akuisisi ini semakin memantapkan langkah Bytedance untuk semakin terjun ke pasar gim. Untuk diketahui, bulan lalu Bytedance membuka lowongan pekerjaan sebagai operator konten gim di Beijing. Langkah ini pulalah yang membuat persaingan antara Bytedance dengan Tencent menjadi semakin ketat.

Dilansir dari TechinAsia (19/3), persaingan antara Bytedance dan Tencent akan semakin nyata. Pasalnya, sebelum diakuisisi Bytedance, gim 3D besutan Mokun didistribusikan oleh Tencent. Gim tersebut adalah Three Kingdoms, yang berlatar pada pembagian wilayah China menjadi Wei, Shu dan Wu.

Langkah nyata Bytedance untuk terjun ke dunia gim sebenarnya sudah dimulai sejak bulan lalu dengan merilis mini gim di aplikasi TikTok versi China, Douyin.

Di sisi lain, Tencent pun mulai mengembangkan WeChat menjadi super app. Pengguna WeChat dapat bermain gim, membaca berita, memesan makanan, membayar tagihan dan beberapa hal lainnya. Namun harus diingat, persaingan ini terjadi di China, di mana keduanya berusaha menjadi raksasa teknologi di negeri tersebut.

Douyin, aplikasi TikTok versi China, bulan lalu baru saja memperkenalkan Music Jumping Ball yang dapat dimainkan langsung dari aplikasi tersebut. Tak hanya itu, Bytedance membuka kemungkinan bagi developer gim pihak ketiga untuk memasang gim buatannya dalam aplikasi Douyin. Sementara jauh sebelumnya, Tencent sudah meluncurkan mini gim berjudul Jump Jump pada 2017 lalu dalam aplikasi WeChat.

Dari segi pengguna, Tencent berhasil meraup satu miliar pengguna aktif bulanan di aplikasi WeChat. Dilansir dari TechCrunch (19/3), aplikasi Tencent lainnya, QQ memiliki 800 juta pengguna aktif bulanan. Sebagai pembanding, Douyin memiliki jumlah pengguna bulanan sebanyak 500 juta pengguna. Itu baru di China, secara global, Douyin (TikTok) berhasil mengumpulkan satu miliar jumlah unduhan.

Kendati regulasi mengenai gim mulai diberlakukan di China dan memotong miliaran dolar pendapatan Tencent, nyatanya Tencent masih menguasai lebih dari setengah pasar gim mobile di China. Prestasi ini tampaknya bakal menjadi cukup sulit untuk dipatahkan Bytedance. Namun tidak menutup kemungkinan Bytedance berhasil melampaui Tencent. Pasalnya, perusahaan teknologi yang berbasis di Beijing menjadi salah satu Unicorn yang ada di dunia.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: