sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id benq
Minggu, 26 Agst 2018 12:44 WIB

Australia ikut boikot Huawei dan ZTE

Pemerintah Australia baru saja melarang Huawei dan ZTE dalam hal menyuplai peralatan untuk pengembangan jaringan seluler 5G-nya

Australia ikut boikot Huawei dan ZTE

Pemerintah Australia baru saja melarang Huawei dan ZTE dalam hal menyuplai peralatan untuk pengembangan jaringan seluler 5G-nya. Hal ini dilakukan pemerintah Australia dengan alasan menghindari risiko campur tangan asing dan peretasan. Hal ini juga serupa dengan yang telah dilakukan Amerika Serikat belum lama ini, bahkan hingga melarang penggunaan dua perangkat tersebut untuk pejabat AS. 

Terkait masalah ini, Huawei juga telah menanggapinya dalam akun resmi Twitter-nya dengan mengatakan bahwa perusahaannya dan ZTE telah dilarang untuk memberikan teknologi 5G ke Australia. Selain itu, Huawei juga menambahkan bahwa keputusan tersebut akan berdampak negatif pada konsumen di Australia. Huawei juga mengungkapkan bahwa perusahaannya telah mengirimkan teknologi nirkabel di Australia selama hampir 15 tahun.

Di sisi lain, Beijing tidak merasa senang dengan pelarangan tersebut dan mengatakan bahwa pemerintah Australia hanya beralasan untuk menghambatan perusahaan China di negaranya. Tentunya dengan cara ini, perusahaan China akan sulit bersaing di pasar Australia secara bebas. 

“Kami mendesak pemerintah Australia untuk meninggalkan prasangka ideologis dan menyediakan lingkungan persaingan yang adil untuk operasi perusahaan China di Australia,” kata juru bicara kementerian luar negeri China. 

Sementara menurut Executive Vice President dan Chief Corporate Strategy Officer firma cybersecurity FireEye, John Watters, bahwa Australia kini harus mengeluarkan banyak uang untuk membangun jaringan 5G namun akan terasa lebih dalam hal kontrol. Sayangnya, hal tersebut juga akan berdampak pada China dalam hal pertukaran intelijen jangka panjang. Demikian dilansir dari GSM Arena (23/8). 

Tag
Share
×
tekid
back to top