Apple keliru hapus beberapa aplikasi di App Store

Apple diduga telah menghapus aplikasi dari App Store secara tidak sengaja yang dinilai sebagai aplikasi perjudian

Apple keliru hapus beberapa aplikasi di App Store (Foto: Shutterstock)

Apple diduga telah menghapus aplikasi dari App Store secara tidak sengaja. Keputusan penghapusan aplikasi ini dikaitkan dengan tindak tegas dari perusahaan terhadap konten perjudian. Namun beberapa aplikasi yang tak termasuk perjudian pun ikut tersingkir.

Beberapa pengembang aplikasi mengeluhkan penghapusan aplikasi melalui media sosialnya. Mereka menyebut aplikasi buatannya bahkan tak terkait dengan perjudian. Aplikasi yang terdampak termasuk majalah Polandia, layanan berbagi gambar GIF, dan platform untuk mengirim klip gim Xbox ke pengguna lain.


BACA JUGA

Jumlah pakar medis di Apple capai 50 staf

Office 365 versi Mac kini lebih nyaman diakses ketika malam

Tak akan ada iPhone berteknologi 5G tahun depan


Pesan yang dikirimkan ke pengembang menyebutkan bahwa "Apple menghapus aplikasi terkait perjudian yang dibuat oleh individu dalam upaya untuk mengurangi aktivitas penipuan, dan mematuhi permintaan pemerintah guna mengatasi aktivitas perjudian online ilegal."  

Dilansir BBC, belum lama ini Norwegia berhasil membuat Apple melarang semua aplikasi perjudian dari App Store di negaranya. Namun sepertinya tindakan itu diterapkan Apple di seluruh dunia. Kini beberapa aplikasi terpantau kembali muncul di toko aplikasi Apple.

"Apple mengatakan aplikasi ini mengandung judi tetapi mereka tidak mengungkapkan bagaimana mereka mendeteksi ini," kata Simon Stovring, pengembang aplikasi aplikasi berbagi gambar GIF yang disebut Gifferent, kepada BBC.

Menurut Stovring, sekitar 10 rekan pengembang telah menghubunginya dan menyebut mereka juga terdampak tindakan Apple. Wojtek Pietrusiewicz, co-owner dari aplikasi Polandia iMagazine mengatakan penghapusan itu kemungkinan terjadi karena aplikasi terkait berisi akses ke internet yang lebih luas sehingga memungkinkan pengguna mengklik konten perjudian.

Meski tak berdampak pada masalah yang serius, Pietrusiewicz mengatakan penghapusan itu menyebabkan pembaca marah dan menjadi tekanan untuk timnya. Sayangnya Apple belum memberikan komentarnya terkait masalah ini.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: