Apple iPhone 15 bisa reverse charging ke ponsel Android
Kini para pengguna perangkat iPhone bisa melakukan reverse charging ke perangkat Android dan sebaliknya.
Penghalang lama antara pengguna Android dan iPhone telah sedikit menurun dikarenakan seri iPhone 15 baru yang mengadopsi USB-C. Artinya, kedua jenis ponsel itu sekarang dapat melakukan reverse charging, sebuah fungsi yang telah bisa dilakukan oleh pengguna Android sejak sekitar tahun 2015. Meskipun ini mungkin bukan berita besar, ini adalah langkah besar dalam salah satu fitur baru.
Sebelumnya, iPhone menggunakan kabel USB-C ke Lightning, yang memungkinkan ponsel Android berbagi daya dengan iPhone, tetapi tidak sebaliknya. Seri iPhone 15 baru telah mengubah keadaan secara efektif. Dilansir dari Gizmochina (21/9), ponsel seri iPhone 15 dapat berbagi daya baterainya dengan Google Pixel Fold melalui kabel USB-C.
Hal ini sangat penting karena meningkatkan kegunaan ketika membawa ponsel. Dengan fitur ini, ponsel kita berfungsi ganda sebagai powerbank yang mampu mengisi daya perangkat lain, baik itu ponsel lain atau aksesori seperti smartwatch. Ponsel Android bahkan menawarkan opsi “isi daya perangkat yang terhubung”, sehingga prosesnya menjadi mudah.
Meskipun bukan fitur yang akan digunakan setiap hari, ini bermanfaat dalam situasi di mana, misalnya, baterai ponsel teman hampir habis, dan tidak ada stopkontak di dekat kita. Ini juga berguna untuk mengisi daya perangkat yang lebih kecil saat bepergian.
- Kingston Catat 100 Juta Pengiriman SSD A400, Jadi Salah Satu SSD SATA Paling Banyak Digunakan
- Colorful Bawa Empat Zona Imersif ke Computex 2026, Pamerkan Ekosistem Gaming, Laptop, dan PC Masa Depan
- Microsoft Sebut 32GB RAM Ideal untuk Gaming Windows 11, Gamer Khawatir Biaya Makin Tinggi
- Colorful Luncurkan Motherboard Tanpa Kabel dan DDR5 Super Cepat, Bidik Gamer dan Kreator Generasi Baru
Perusahaan seperti Nomad memanfaatkan tren ini dengan menawarkan kabel USB-C seukuran gantungan kunci, sehingga memudahkan berbagi daya antar perangkat.
Terlepas dari utilitasnya, ini melambangkan sebuah langkah menuju menyatukan dunia teknologi mobile. Pengguna Android dan iPhone kini dapat berbagi sesuatu yang mendasar tetapi penting seperti daya baterai, mungkin membuka pintu untuk lebih banyak interaksi lintas platform









