Apa itu proyek Palapa Ring?

Palapa Ring merupakan proyek pembangunan serat optik yang mejangkau hampir seluruh wilayah di Tanah Air.

Apa itu proyek Palapa Ring? (Foto: Azmiry)

Debat putaran kedua Calon Presiden belum lama usai. Salah satu topik yang menjadi perbincangan adalah infrastruktur internet melalui proyek Palapa Ring yang diakomodir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama beberapa pihak ketiga.

Palapa Ring merupakan proyek pembangunan serat optik yang mejangkau hampir seluruh wilayah di Tanah Air. Proyek yang dimulai pada 2015 itu akan mengakomodir jaringan serat optik nasional baik darat maupun laut, yang menjangkau 34 provinsi dan 440 kota/kabupaten di Indonesia.


BACA JUGA

PewDiePie muak namanya disebut pelaku penembakan di New Zealand

Reddit blokir subreddit video penembakan di New Zealand

F5 Networks akuisisi Nginx seharga Rp9,5 triliun


Proyek Palapa Ring terbagi dalam tiga paket, yaitu Paket Barat, Tengah dan Timur dengan serat optik sepanjang 36.000. Palapa Ring Barat akan menjangkau wilayah di Sumatera dan Kalimantan dengan jaringan kabel serat optik sepanjang 1.980 km.

Palapa Ring Tengah akan menjangkau wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara (sampai Kepulauan Sangihe-Talaud) dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.647 km. Sementara itu, Palapa Ring Timur menjangkau wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat, dan Papua (sampai pedalaman Papua) dengan total panjang kabel serat optik sekitar 8.454 km.

Sejauh ini, beberapa paket dari proyek itu telah rampung. Kemenkominfo bahkan telah meresmikan tarif Palapa Ring Paket Barat. Paket Tengah juga telah rampung dibangun. Sementara Palapa Ring Paket Timur  masih dalam proses pembangunan, dan ditargetkan rampung pada kuartal dua tahun ini.

Selain Palapa Ring, Kemenkominfo juga memiliki proyek internet satelit untuk mengakomodir jaringan internet di daerah 3T (terdepan, tertinggal, dan  terluar), yang tidak terjangkau oleh Palapa Ring. Satelit yang disebut Satria (Satelit Indonesia Raya) itu akan meluncur pada  2023. Secara khusus, fasilitas ini ditujukan untuk penyedia layanan publik seperti sekolah, rumah sakit, bandara dan semacamnya.

Sembari menunggu satelit Satria rampung, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kemenkominfo menggandeng satelit dari lima perusahaan agar masyarakat di daerah 3T bisa merasakan internet cepat. Lima perusahaan terpilih melalui proses lelang itu yakni PT Aplikasinusa Lintasarta, PT Indo Pratama Teleglobal, Konsorsium Iforte HTS, PT Pasifik Satelit Nusantara dan PT Telekomunikasi Indonesia.

Pemerintah menargetkan 149.400 titik di wilayah 3T, bisa terhubung ke internet berjaringan 4G melalui satelit Satria. Setelah dioperasikan, jaringan yang menjangkau wilayah 3T itu akan diakomodir oleh satelit Satria.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: