Adopsi Starlink Tumbuh 400 Persen, Lintasarta Perkuat Akses Digital hingga Wilayah 3T
Lintasarta mencatat adopsi Starlink tumbuh 400% dan memperkuat kolaborasi untuk pemerataan akses digital hingga wilayah 3T di Indonesia.
Petugas Lintasarta sedang memasang jaringan starlink. dok. Lintasarta
Lintasarta memperkuat kolaborasi strategis dengan Starlink untuk mendorong pemerataan akses digital nasional, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Penguatan kerja sama ini dilakukan seiring melonjaknya adopsi layanan Starlink yang dikelola Lintasarta hingga lebih dari 400% dalam satu tahun terakhir.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Lintasarta dalam mempercepat transformasi digital nasional sekaligus membangun fondasi kedaulatan digital Indonesia yang aman dan berkelanjutan.
Sejak penandatanganan kerja sama pada Agustus 2024, implementasi layanan internet berbasis satelit orbit rendah ini terus berkembang, didorong oleh kebutuhan konektivitas dari sektor industri, pemerintahan, hingga kawasan dengan keterbatasan infrastruktur.
- Ekspansi ke Jakarta, Bnetfit Jadi Internet Provider Ofisial Klub Hangtuah Jakarta
- APJATEL Gandeng International Fiber Alliance Percepat Implementasi Open Access Fiber dan Turunkan Harga Internet
- MyRepublic Luncurkan Layanan MyGamer, Internet Berperforma Tinggi untuk Gaming dan Streaming hingga 1Gbps
- ZTE dan XLSMART Tingkatkan Performa Jaringan Digital dengan AAU Massive MIMO FDD All-RAT
Penguatan kemitraan ini juga ditandai dengan kunjungan jajaran pimpinan SpaceX ke Indonesia pada Desember 2025 untuk bertemu dengan manajemen Lintasarta.
Director & Chief Telco Services Officer Lintasarta Zulfi Hadi mengatakan percepatan adopsi Starlink mencerminkan kebutuhan nyata akan konektivitas yang cepat, andal, dan aman, terutama di wilayah yang selama ini sulit dijangkau jaringan terestrial.
“Kolaborasi ini bukan sekadar menghadirkan konektivitas, tetapi juga membangun fondasi kedaulatan digital Indonesia. Kami memastikan teknologi diterapkan dengan tata kelola yang kuat, keamanan yang terjaga, serta manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Zulfi.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan Starlink menjadi bagian penting dalam penguatan posisi Lintasarta sebagai AI Factory di bawah Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group.
Inisiatif tersebut dibangun di atas empat pilar utama, yakni Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration, yang terintegrasi untuk menghadirkan solusi end-to-end bagi pelanggan korporasi dan institusi nasional dalam pengembangan ekosistem digital berbasis kecerdasan artifisial (AI).
Lintasarta juga menegaskan layanan Starlink diintegrasikan dengan infrastruktur cloud, keamanan siber, serta ekosistem kolaborasi AI miliknya, dengan standar enterprise dan pendekatan managed service.
Menurut Zulfi, pendekatan ini memastikan keandalan jaringan, keamanan data, serta kepatuhan terhadap regulasi nasional.
“Kami tidak hanya menghadirkan konektivitas, tetapi membangun fondasi transformasi digital yang aman dan berkelanjutan bagi Indonesia,” kata Zulfi.
Director of Commercial Sales SpaceX Andrew Matlock menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur digital Indonesia melalui kolaborasi jangka panjang.
“Indonesia memiliki peran strategis dalam penguatan ekosistem digital kawasan. Bersama Lintasarta, kami ingin menjadi bagian dari perjalanan transformasi digital nasional dengan menghadirkan konektivitas yang inklusif, andal, dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Andrew.
Kolaborasi Lintasarta dan Starlink juga terbukti berperan dalam situasi darurat. Saat bencana melanda wilayah Aceh dan Sumatera Utara, layanan berbasis satelit memungkinkan pemulihan jaringan operator seluler dan pelanggan korporasi berlangsung lebih cepat.
Dengan kemampuan deployment yang tidak bergantung pada infrastruktur terestrial, konektivitas darurat dapat segera dihadirkan untuk mendukung layanan publik dan keselamatan masyarakat.
Seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap konektivitas berkapasitas tinggi untuk pengembangan AI, analitik data, dan otomasi bisnis, Lintasarta menempatkan kolaborasi ini sebagai elemen strategis dalam percepatan transformasi digital lintas sektor.
“Kami ingin teknologi tidak hanya hadir, tetapi benar-benar memberdayakan Indonesia, menciptakan pemerataan peluang, meningkatkan daya saing industri, dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif,” tutup Zulfi.
Ke depan, Lintasarta dan Starlink berencana memperluas jangkauan layanan nasional serta mengeksplorasi inisiatif kolaboratif untuk mendukung sektor strategis, mulai dari industri, layanan publik, pendidikan, hingga kesehatan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.









