sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id wd
Sabtu, 18 Jan 2020 17:53 WIB

Alasan Telkom masih blokir Netflix

Operator seperti Telkom dan Telkomsel memblokir Netflix sejak 2016, atau sejak mereka memulai debut di Indonesia. Lantas apa yang membuat Telkom Group memblokir Netflix?

Alasan Telkom masih blokir Netflix
(Foto: Pexels)

Netflix masih menjadi topik yang hangat diperbincangkan belakangan ini. Selain karena kontennya yang belum bisa diatur sepenuhnya oleh pemerintah atau lembaga tekait lainnya, pajak perusahaan di Indonesia juga masih menjadi pertanyaan.

Kendati kondisinya demikian, sekitar 481.450 pelanggan di Indonesia sudah menjadi pengguna Netflix sebagaimana catatan Statista. Mereka kemungkinan merupakan pelanggan operator seluler selain pelat merah. Pasalnya operator seperti Telkom dan Telkomsel memblokir Netflix sejak 2016, atau sejak mereka memulai debut di Indonesia. Lantas apa yang membuat Telkom Group memblokir Netflix?

Dilansir KrASIA, Direktur Bisnis Digital Telkom Indonesia, Faizal Djoemadi menjelaskan mengapa Telkom memblokir Netflix. Menurut penuturannya, satu hal yang membuat Netflix diblokir adalah enggannya layanan streaming itu memenuhi salah satu persyaratan Telkom.

"Semua pemain OTT harus diperlakukan sama, tanpa terkecuali kepada Netflix. Dalam hal skema bisnis, kami memiliki kesepakatan untuk berbagi pendapatan. Kami netral selama kesepakatan kami dengan Netflix menguntungkan dan memenuhi syarat dan ketentuan kami. Tetapi ada satu persyaratan yang tidak ingin dipenuhi oleh Netflix, yaitu untuk menarik kembali konten yang bermasalah dalam 24 jam," kata Faizal kepada KrASIA.

Persyaratan itu tak hanya diterapkan kepada Netflix, melainkan kepada semua perusahaan penyedia konten seperti HBO. Faizal menyebut HBO bersedia memenuhi persyaratan perusahaan sehingga kontennya bisa diakses melalui jaringan Telkom Group.

"Misalnya, dengan HBO, jika ada keluhan publik tentang pornografi atau kekerasan, kami meminta HBO untuk menghapus kontennya. HBO sudah setuju untuk mengikuti persyaratan kami," ujarnya.

Pelanggan di Indonesia memang bisa mengakses Netflix meski Telkom Group memblokirnya. Caranya dengan menggunakan layanan operator lainnya. Menanggapi hal ini, Faizal mengatakan setiap operator memiliki strategi masing-masing. 

"Saat operator membuka akses ke Netflix atau layanan lainnya, mereka hanya mendapatkan pendapatan dari penggunaan data," katanya. Telkom sendiri ingin menghasilkan nilai yang lebih, bukan hanya menjadi penyedia akses.

Sebagai gantinya, Telkom melalui Telkomsel menghadirkan aplikasi penyedia konten sendiri bertajuk MAXstream. Melalui aplikasi ini, pengguna bisa menikmati konten dari Iflix, Hooq, Catchplay, dan Viu. Saat ini aplikasi tersebut diklaim sudah memiliki lebih dari 3,5 juta pengguna aktif per bulan.

Share
back to top