sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id oppo
Selasa, 05 Mar 2019 12:36 WIB

AirAsia anggap Traveloka tidak adil

AirAsia menganggap Traveloka tidak memberlakukan kompetisi secara bebas dan adil. Tindakan Traveloka ini dinilai AirAsia telah merugikan konsumen.

AirAsia anggap Traveloka tidak adil

Senin (4/3) AirAsia mengambil keputusan untuk menarik penjualan tiket maskapainya secara permanen dari Traveloka. Dasar keputusan ini adalah, hilangnya tiket AirAsia secara misterius di Traveloka. Hilangnya tiket terjadi sebanyak dua kali dalam dua minggu ini.

Dirut AirAsia Indonesia, Dendy Kurniawan mengatakan, dalam keterangan resmi di situs AirAsia, "Hilangnya penerbangan kami tentunya mencederai kerja sama antara AirAsia dan Traveloka. Pihak Traveloka seperti tidak menunjukkan itikad baik. Traveloka menolak memberikan penjelasan resmi meskipun sebelumnya kami telah beberapa kali mencoba meminta klarifikasi."

Menurut Dendy, hilangnya tiket penerbangan AirAsia menunjukkan sikap diskriminatif terhadap maskapainya. Menurut pengamatan Dendy, pesan-pesan di mediasosial mengenai keluhan pelanggan AirAsia justru direspons oleh Traveloka untuk memesan tiket maskapai lain. Secara grup, AirAsia menarik penjualan seluruh tiket AirAsia dari Traveloka mulai Senin (4/3).

AirAsia pun menghimbau kepada para pelancong untuk membeli tiket AirAsia langsung dari situs airasia.com ataupun aplikasi mobile AirAsia.

Hilangnya tiket AirAsia dari Traveloka untuk pertama kalinya terjadi 14-17 Februari 2019. Saat itu bertepatan dengan masa peningkatan taraf (upgrade) sistem pemesanan pada tanggal 16 Februari 2019 yang berlangsung selama 13 jam.
 
Traveloka kemudian merujuk pada 13 jam masa perbaikan ini sebagai alasan hilangnya penerbangan AirAsia dari situs mereka ketika menjawab pertanyaan pelanggan. Namun, penerbangan AirAsia kembali hilang untuk yang kedua kalinya dari Traveloka tanpa penjelasan pada 2 Maret 2019 jauh setelah upgrade sistem AirAsia selesai.

Dendy menambahkan “Kompetisi seharusnya bebas dan adil sehingga konsumen dapat diuntungkan dengan adanya penawaran yang lebih baik. Jangan sampai monopoli membunuh kompetisi dan membuat para traveler menjadi dirugikan.”

Share
×
tekid
back to top