Ada celah keamanan, akun TikTok bisa diretas

TikTok dilaporkan memiliki celah keamanan. Celah ini memungkinkan peretas untuk mengakses akun pengguna aplikasi tersebut.

Ada celah keamanan, akun TikTok bisa diretas Source: Google

TikTok dilaporkan memiliki beberapa kerentanan di dalam aplikasinya. Celah ini kabarnya dapat digunakan oleh pelaku kejahatan siber untuk mengirimkan pesan palsu yang seolah-olah berasal dari TikTok. Pesan itu berisi tautan yang dapat diakses oleh penerima. 

Laporan itu diberikan oleh perusahaan riset keamanan siber, Check Point Research. Penelitian ini sendiri dilakukan pada 20 November silam. Berkenaan dengan itu, aplikasi buatan Tiongkok ini menyatakan sudah memperbaiki semua kerentanan itu pada pertengahan Desember. 


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Joox bakal tayangkan Seoul Music Awards 2020

TikTok jadi aplikasi kedua terpopuler di iOS

TikTok mulai dilarang di Amerika Serikat


Ketika penerima pesan mengakses tautan yang diberikan, pelaku dapat menyerang akun mereka. Tidak hanya itu, pelaku kejahatan siber ini dapat mengendalikan akun pengguna, termasuk mengunggah video atau pun mendapatkan akses ke video pribadi pengguna yang terdampak. 

“TikTok berkomitmen untuk melindungi data pengguna… Seperti banyak organisasi, kami mendorong peneliti keamanan yang bertanggung jawab untuk secara pribadi mengungkapkan kerentanan ini kepada kami… sebelum mengungkapkan kepada publik. Check Point setuju bahwa semua masalah yang dilaporkan sudah ditangani dengan versi terbaru aplikasi kami. Kami harap kejadian ini akan mendorong kolaborasi dengan para peneliti keamanan di masa depan,” kata Luke Deshotels, kepala keamanan TikTok, seperti dilansir dari GizmoChina (9/1). 

Untuk diketahui, anak perusahaan ByteDance ini menarik perhatian pemerintah Amerika Serikat (AS). Negeri Paman Sam menduga aplikasi ini dapat digunakan oleh pemerintah Tiongkok untuk memata-matai negara tersebut. Malahan kabar terbaru menyebut militer AS sudah dilarang untuk menggunakan aplikasi TikTok. Padahal sebelumnya, militer negara itu sempat menggunakan TikTok untuk merekrut anggota baru.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: