sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id advo
Selasa, 26 Mei 2020 08:40 WIB

Samsung Galaxy A31: Kameranya oke

Samsung kembali menghadirkan perangkat baru di seri A, yakni Galaxy A31. Berikut ini hasil pengujian dari 3 fokus utama, yakni layar, kamera dan baterainya.

Samsung Galaxy A31: Kameranya oke

Semenjak Seri A baru meluncur, Samsung menjadi salah satu vendor yang cukup produktif memberikan smartphone di seri ini. Bagaimana tidak, sejak tahun lalu, Samsung rutin melengkapi seri ini. Nah, produk terbarunya saat ini adalah Samsung Galaxy A31.

Katanya, produk ini merupakan peningkatan dari seri A30s  yang sudah meluncur sebelumnya. Ada tiga fokus utama yang dipilih Samsung, yakni layar, kamera dan baterai. Lantas seperti apa rasanya menggunakan smartphone ini? 

Desain
Jujur saja, tidak banyak inovasi desain yang diberikan di produk kali ini. Bentuknya sama persis seperti seri Galaxy A51 yang meluncur di awal tahun. Tidak jelek juga, karena desainnya mirip seperti seri flagshipnya. Maksudnya biar tidak terjadi kesenjangan di seluruh seri. Tapi akan lebih bagus kalau ada sedikit penyegaran dari sisi desain. 

Produk yang mampir ke meja redaksi memiliki  warna Prism Crush Black. Finishing glossy di bagian belakang membuat penampilan ponsel ini tampak cantik. Keunggulan finishing glossy adalah memiliki pantulan cahaya berwarna-warni yang enak dipandang. 

 

Sayangnya, kelemahan finishing glossy adalah cap jari mudah membekas di sana. Tidak terlalu menjadi masalah, karena bisa diakali dengan memasang casing silikon yang sudah tersedia dalam paket penjualannya.

Desain kamera masih hadir dengan bingkai kotak seperti seri A yang meluncur dari awal tahun ini. Untungnya tonjolan kamera itu tidak terlalu tebal. Jadi, walaupun diletakkan menghadap ke atas, ponsel ini masih akan tetap stabil.

Sementara di bagian depan, ada layar Super AMOLED Infinity U berukuran 6,4 inci dengan resolusi Full HD+. Tidak salah kalau Samsung membanggakan kualitas layarnya. Karena layarnya mampu menampilkan konten dengan jernih. Warna pun terlihat dengan jelas.

Saat saya coba menonton video dengan kualitas 1080p, kontras gambar tertata dengan baik. Layar Samsung Galaxy A31 bisa menampilkan hitam yang pekat. Secara keseluruhan, performa layar Galaxy A31 untuk menonton selama WFH, patut diacungi jempol. 

Oh iya, karena menggunakan layar Super AMOLED, fingerprint scanner di Samsung A31 ditempatkan di layar. Seperti biasa, proses mendaftarkan sidik jari terbilang lama, karena harus presisi di lokasi yang sudah ditentukan. Namun, kalau dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya, fingerprint di Galaxy A31 sudah lebih cepat.

Tombol power dan volume masih ditempatkan pada sisi kanan bodi. Penempatannya juga tidak mengalami perubahan. Seri ini juga hadir dengan jack 3,5mm dan USB Type-C untuk mengisi daya. 

Kamera 
Di sektor kamera, Samsung Galaxy A31 memiliki empat kamera belakang. Masing-masing memiliki resolusi 48MP kamera utama, 8MP ultra wide, 5MP depth sensor, dan 5MP kamera makro. Ada banyak mode yang bisa digunakan, seperti Live Fokus, Foto, Video, Pro, Panorama, Makro dan Makanan. Galaxy A31 juga sudah dibekali dengan scene recognition yang performanya sudah lebih cepat dibandingkan sebelumnya.

Hasil foto dalam kondisi pencahayaan yang baik patut diacungi jempol. Kamera utamanya mampu menangkap detail dengan baik, sekalipun berada di posisi yang cukup jauh dari saya. Perhatikan gambar awan dalam foto ini. Eksposurnya terbilang terjaga dengan baik, demikian juga dengan reproduksi warnanya.

Hasil foto kamera belakang Galaxy A31

Di kamera utama, saya bisa melakukan zoom digital sebanyak delapan kali. Untuk ukuran zoom digital, hasilnya cukup memuaskan. Meskipun kualitasnya semakin menurun pada kapasitas zoom besar, tapi bagi saya ini masih bisa ditolerir, apalagi mengingat ponsel ini hanya mengandalkan zoom digital saja. 

Nah, mode HDR terbukti ampuh mengatasi pemotretan yang menghadap sumber cahaya. Saya cukup terkesan dengan mode HDR di ponsel ini. Tanpa mode HDR, gambar menara BTS dan rumah-rumah di bawahnya hanya terlihat seperti siluet. Namun ketika mode HDR diaktifkan, gambar pun terlihat lebih jelas. Eksposurnya mulai tertata rapi, dan warnanya lebih terlihat dibanding tanpa menggunakan HDR. Hal ini terlihat dari warna atap rumah dan detail menara BTS yang akhirnya terlihat ketika menggunakan mode HDR.

Hasil foto non-HDR Galaxy A31

Hasil foto HDR Galaxy A31

Sementara hasil foto menggunakan lensa ultra wide terlihat sangat cembung. Cukup banyak distorsi yang terlihat di area pinggir layar. Terutama pada bagian tiang bambu di sebelah kiri. Meski begitu, detail pada bagian tengah dan warna yang ditampilkan masih terjaga dengan baik. 

Hasil foto Ultra Wide Galaxy A31

Dengan pencahayaan yang cukup, hasil kamera makronya terlihat sangat baik. Detail gambar tertangkap dengan jelas. Hal ini terlihat pada tekstur anyaman tali dalam hasil fotonya. Helai serabutnya bahkan bisa terlihat dengan jelas. Tekstur buah dalam hasil foto makro lainnya juga terlihat dengan jelas. saya suka bagaimana kamera makro di Samsung Galaxy A31 menyajikan detail dalam fotonya. 

Hasil foto Makro Galaxy A31

Hasil foto Makro Galaxy A31

Pada foto malam, saya mendapati banyak noise, terutama di area langit dan area gelap di  bawah menara BTS. Secara keseluruhan, hasil foto malam dalam kondisi yang benar-benar gelap tampak kurang prima. Pendaran cahaya lampu kurang berhasil diredam dengan baik. Wajar saja, saya tidak mendapati adanya mode khusus untuk memotret pada malam hari. Foto ini sepenuhnya mengandalkan AI  scene optimizer kamera. 

Hasil foto malam Galaxy A31

Beralih ke kamera depan, hasilnya juga cukup memuaskan. Detail gambar bisa terlihat dengan baik. Warna yang dihasilkan pun cukup akurat. Demikian juga dengan hasil Live Focus kamera depannya. Saya bisa mengganti background dan tingkat bokeh sejauh masih tersimpan di ponsel. 

Hasil foto selfie Galaxy A31

Hasil foto selfie Live Focus Galaxy A31

Satu hal yang disayangkan di kamera Galaxy A31 adalah tidak adanya dukungan stabilisasi gambar saat merekam video. Padahal kemampuan ponsel ini untuk merekam video sudah cukup baik. Kameranya bahkan piawai menangani pergantian eksposure dengan cukup cepat saat berada dalam mode video. 

Performa
Di Indonesia, Samsung Galaxy A31 hadir dengan RAM 6GB dan memori internal 128GB. Prosesornya sendiri menggunakan MediaTek Helio P65. Untuk mengetahui performanya, smartphone ini diuji menggunakan beberapa aplikasi benchmark, seperti 3DMark, PCMark hingga benchmark AI. 

Benchmark pertama dilakukan dengan aplikasi 3DMark. Pengujian ini dilakukan untuk melihat seberapa baik performa CPU dan GPU dalam mengolah gambar dan video, terutama saat bermain game. Berikut hasil pengujian menggunakan 3DMark. 

Perbandingan benchmark 3DMark

Pengujian kedua, saya menggunakan aplikasi PCMark. Di sini ada beberapa hal yang diuji, terutama dalam menangani kebutuhan kerja harian. Hasil pengujian Work 2.0 menunjukkan skor keseluruhan sebesar 4579. Ini tampilan rincinya. 

Hasil benchmark PCMark Work 2.0 Samsung Galaxy A31

Sementara dalam pengujian PCMark Storage, secara keseluruhan, Samsung Galaxy A31 mampu mencatat skor sebesar 7184, dengan skor tertinggi di aspek sequential read

Hasil benchmark PCMark Storage Samsung Galaxy A31

Karena dibekali dengan AI, saya juga harus menguji kemampuannya menggunakan tiga aplikasi berbeda, yakni PCMark Computer Vision, AIMark dan  AIBenchmark. Ketiganya mencatat skor sebagai berikut. 

Hasil benchmark PCMark Computer Vision Samsung Galaxy A31

Hasil benchmark AI Samsung Galaxy A31

Dalam uji pengujian menggunakan gim, ada dua aplikasi gim yang saya mainkan, yakni PUBG Mobile dan Call of Duty Mobile. 

Secara default, PUBG Mobile diatur  pada setting grafis HD dengan frame rate High. Namun pengaturannya dioptimasi ke Smooth. Frame rate-nya sendiri paling tinggi berada di opsi Ultra saja.

Secara keseluruhan, bermain PUBG di Galaxy A31 masih bisa dikatakan menyenangkan. Gim ini bisa berjalan dengan cukup lancar. Saya tidak mendapati gejala-gejala crash selama bermain. Walau begitu, kadang-kadang saya mendapati adanya frame drop terutama ketika melaju cepat menggunakan mobil. 

Rata-rata, baterai Galaxy A31 ini berkurang sebanyak 9 persen selama permainan berdurasi kurang lebih setengah jam. Masih cukup wajar sih menurut saya. Selama permainan suhunya juga cukup terjaga. Ini karena ada monitoring temperature di Game Booster Samsung. 

Di Call of Duty Mobile, saya hanya dapat memainkan game ini dengan pengaturan grafis Low dan pilihan frame rate low dan medium saja. Walau begitu, gim ini ternyata dapat dijalankan dengan sangat lancar. Walau berjalan dengan frame rate medium, gim ini tidak menunjukkan gejala yang biasanya muncul dalam game dengan frame rate rendah. 

Sama halnya dengan PUBG Mobile, di  COD Mobile dalam durasi yang sama, baterainya juga berkurang sebanyak kurang lebih  9 persen.

Kalau mengacu pada pengujian menggunakan PCMark, baterai Galaxy A31 ini mampu bertahan selama 10 jam 40 menit. 

Kesimpulan
Tiga fokus utama yang diberikan Samsung memang benar-benar menunjukkan tajinya. Layarnya memuaskan, kamera pun bisa diandalkan. Sayang performa gimnya bukan yang terbaik dari kelasnya. Meski begitu, manajemen suhu dengan bantuan Game Booster patut diapresiasi. 

75
Samsung Galaxy A31
 
Keunggulan
  • Hasil foto makro bagus
  • Baterai irit
  • Layar jernih
 
Kekurangan
  • Tidak ada tambahan stabilizer di video
  • Desain tidak ada perubahan
  • Foto malam cenderung noise
Share
back to top