Samsung Galaxy A30 dan Samsung Galaxy A50, Serupa tapi tak sama

Galaxy A30 rasanya cukup pantas menjadi daily driver harian, sementara jika ingin mendapatkan kinerja yang sedikit lebih solid dengan kemampuan kamera lebih baik, rasanya menebus 600 ribu lebih tingi cukup wajar.

Samsung baru saja menyegarkan lini smartphone-nya dengan merilis dua seri A baru bulan lalu yakni, Samsung Galaxy A30 dan Galaxy A50. Kabarnya, varian seri A baru ini mereka siapkan untuk mengganti seri J yang produksinya dihentikan.

Untuk itu Samsung membanderol kedua smartphone ini di kisaran 4 juta-an, berbeda dengan seri A tahun-tahun sebelumnya yang dibanderol lebih tinggi dari harga tersebut. Penasaran dengan varian seri A baru dari Samsung ini? Ikuti ulasannya di bawah ya.

Desain bak anak kembar

Desain keduanya nyaris identik, bahkan ketika bersebelahan akan sulit membedakannya. Dari tampilan layar depan, baik Galaxy A30 dan Galaxy A50 mengusung desain layar Infinity-U Display dengan poni (notch). Pada notch tersebut tersemat kamera depan.

Untuk layarnya, Samsung mengandalkan jenis layar Super Amoled berbentang 6,4 inci dengan resolusi 1080 x 2340 piksel serta kerapatan 403 ppi.

Meski terlihat tidak ada yang berbeda, namun ada dua perbedaan di sini. Perbedaan pertama adalah resolusi kamera muka. Pada Samsung Galaxy A30 resolusi kamera mukanya 16 MP dengan aperture f/2.0. Sementara pada Samsung Galaxy A50, kamera mukanya memiliki resolusi 25 MP, aperture f/2.0 dan sudah didukung fitur HDR.

Meski berbeda spesifikasi resolusi kamera, kedua smartphone ini sudah dibekali fitur Face Unlock untuk membuka lock screen.

Perbedaan kedua adalah, Samsung Galaxy A50 sudah mendukung On Screen Fingerprint Scanner, sedangkan Samsung Galaxy A30 yang lebih murah 600 ribu hanya berbekal Fingerprint Scanner yang terletak di punggung smartphone.

Bergerak ke bagian belakang, kedua smartphone tampil sama elegan. Samsung menggunakan desain 3D Glasstic untuk membuat tampilan belakang smartphone jadi mewah. Jika dilihat-lihat, punggung cover Samsung Galaxy A varian anyar ini bisa merefleksikan sinar layaknya lapisan kaca.

Perbedaan selanjutnya sudah jelas terlihat, di sini Samsung Galaxy A30 hadir dengan konfigurasi dua kamera, sementara Galaxy A50 berbekal tiga kamera.

Masih dari sisi desain, Samsung makin akrab dengan desain tombol power dan volume yang terletak sebaris. Selain itu juga keduanya sudah sama-sama mendukung port USB type-C. Selain itu, sim tray kedua smartphone ini bertipe dedicated, hal ini memberikan kemudahan bagi pengguna yang menggunakan lebih dari satu kartu SIM.

Uji Kinerja

Hadir dengan ukuran yang cukup tipis, Galaxy A30 dan Galaxy A50 menawarkan pengalaman yang menyenangkan saat dalam genggaman. Bentuknya yang ringkas juga mudah untuk masuk ke dalam kantung celana. Meski cukup tipis, kedua smartphone ini berbekal spesifikasi yang cukup mumpuni.

Samsung Galaxy A30 membawa prosesor Exynos 7904, GPU Mali-G71 MP2 dan dukungan RAM 4 GB. Sementara Galaxy A50 berbekal prosesor Exynos 9610, GPU Mali-G72 MP3 serta dukungan RAM 4 GB.

Untuk penggunaan sehari-hari, kedua smartphone terasa sama baiknya, gesit dan lincah. Oleh karena itu saya akan coba jalankan beberapa aplikasi benchmark sintetis untuk mendapatkan gambaran kinerja kedua smartphone ini.

Pengujian pertama, saya akan coba menjalankan aplikasi CPU Throtling Test. Aplikasi ini kami pakai untuk melihat kinerja prosesor saat dibebani dengan beragam proses, serta memantau peningkatan temperatur seiring waktu.

Membawa konfigurasi dua inti CPU Cortex–A73 2.2GHz dan enam inti CPU Cortex-A53 1.6GHz. Samsung A30 terlihat kurang stabil dalam menjaga performanya. Pada menit kedua, prosesor Exynos 7904 sudah mengalami degradasi performa hingga 20 persen lebih dari kinerja optimalnya.

Meski kembali meningkat, gejala throttling kembali muncul dengan interval rata-rata 1 menit hingga akhir pengujian.

Sementara itu, Samsung Galaxy A50 yang membawa konfigurasi empat inti CPU Cortex–A73 2.3GHz dan empat inti CPU Cortex-A53 1.7GHz, terlihat cukup stabil menjaga performanya. Meski sempat terjadi anomali penurunan performa pada detik ke 49, kinerja prosesor Exynos 9610 pada Samsung A50 ini mampu menjaga performa optimalnya hingga pengujian selesai.

insert cpu throttling test

Pengujian kedua saya lanjutkan dengan menggunakan PCMark Work Performance yang menguji seberapa baik smartphone menangani aktivitas harian.

Dari pengujian PCMark Work Performance, Samsung Galaxy A30 mendapatkan skor 5436. Sementara Samsung galaxy A50 unggul 457 poin dengan mendapatkan skor 5893. Sedangkan untuk pengujian daya tahan baterai menggunakan PCMark Battery Life, keduanya nyaris membukukan daya tahan yang sama yakni, kisaran 7 jam 40 menitan.

Berpindah ke sektor grafis, saya mengujinya menggunakan aplikasi 3DMark yang menitik beratkan pada kemampuan olah grafis. Pada pengujian ini, Samsung Galaxy A30 menorehkan skor 632 untuk Sling Shot Extreme dan 785 untuk Sling Shot. Sementara Samsung Galaxy A50 tampak lebih perkasa dengan menorehkan skor 1241 untuk Sling Shot Extreme dan 1188 untuk Sling Shot.

Dari beberapa pengujian tadi, Samsung GalaxyA50 memang terlihat lebih unggul dari pengujian performa prosesor, menangani aktivitas harian, hingga olah grafis. Namun bagaimana kinerjanya ketika dipakai untuk bermain gim.

Memainkan gim Battle Royal seperti PUBG pada bentang layar yang lega merupakan kenyamanan tersendiri, apalagi tampilan layarnya tajam dan responsif. Bermain PUBG di Samsung Galaxy A30 dan Galaxy A50 juga mengasyikan, hal ini berkat desain yang tipis dan bobot yang ringan.

Bermain PUBG selama 1 jam di Galaxy A30, saya jarang menemui gejala patah-patah. Gameplay-nya terasa lancar, meski cover sisi kiri belakang mulai terasa hangat ketika memasuki menit ke 15. Di sesi pertama ini, saya mendapatkan rata-rata framerate sebesar 29 fps dan penurunan baterai sebesar 21 persen.

Sementara dari sisi Galaxy A50, pengalaman bermain gim tak kalah baiknya. Framerate rata-ratanya ada di kisaran 29 fps, dengan penurunan daya baterai sebesar 19 persen. Dipakai bermain 1 jam lamanya, Galaxy A50 juga mengalami gejala yang sama, cover-nya menjadi hangat .

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: