sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id wd
Jumat, 18 Jun 2021 10:30 WIB

Review Galaxy Tab A7 Lite, bikin belajar dari rumah makin asyik

Samsung belum lama ini meluncurkan Galaxy Tab A7 Lite, simak ulasan berikut selama menggunakan tablet ini.

Review Galaxy Tab A7 Lite, bikin belajar dari rumah makin asyik
Source: Tek.id

Samsung baru saja melengkapi jajaran tabletnya di segmen entry dengan meluncurkan Galaxy Tab A7 Lite. Perangkat tersebut merupakan versi lebih terjangkau dari Galaxy Tab A7 yang lebih dahulu dirilis pada Oktober 2020.

Galaxy Tab A7 Lite hadir dengan banyak fitur dari ekosistem Galaxy yang diperuntukkan untuk menunjang aktivitas pembelajaran jarak jauh (PJJ), pekerjaan dari rumah, ataupun untuk sekadar hiburan. Agar tahu lebih lanjut bagaimana performa tablet ini, berikut ulasannya. 

Desain

Sama seperti pendahulunya, Galaxy Tab A7 Lite dilapisi material metal. Kebetulan yang saya jajal merupakan variasi warna Silver. Variasi ini memiliki kombinasi warna putih susu untuk frame layar depan, dan warna silver di bagian bodi belakang. Tidak banyak elemen detil yang didesain pada perangkat ini, alias desainnya ringkas dan sederhana. 

Di bagian belakang, hanya terdapat satu kamera yang diposisikan di pojok kiri atas. Sementara pada bagian depan, layarnya membentang seluas 8,7 inci, dengan bezel yang diklaim lebih tipis dari pendahulunya. Terdapat dua housing kamera di bagian bezel atas tengah, dengan deretan receiver di atasnya.

Di sisi kiri tablet, terdapat slot untuk kartu SIM dan microSD. Sedangkan tombol volume dan daya diletakkan di sisi kanan perangkat. 

Uniknya, Galaxy Tab A7 Lite mempunyai dua speaker berteknologi Dolby-Atmos, yang diletakkan di dua tempat berbeda, sisi atas dan bawah. Penempatan ini bertujuan agar suara yang dihasilkan lebih maksimal ketika perangkat dalam posisi lanskap, posisi yang umum digunakan saat menonton film atau aktivitas menikmati media lainnya. 

Terakhir, port earphone jack 3,5mm, USB tipe-C, dan microphone diletakkan secara berurutan di sisi bawah tablet. Oh iya, jika diperhatikan, port USB dan earphone sedikit melewati garis, sehingga terlihat dari bodi belakang. Terlepas apakah pabrikan sengaja melakukannya atau ada tujuan di baliknya, yang terpenting ini tidak mengganggu fungsional tablet. 

Dengan bobot 371 gram, tablet ini cukup ringan dan memberikan kesan handy untuk penggunaan sehari-hari. Bentuknya yang tidak terlalu lebar juga masih terjangkau genggaman tangan dan cukup nyaman untuk dibawa bepergian. 

Fitur-fitur pendukung PJJ dan WFH

Di tengah pandemi yang mengharuskan sebagian orang melakukan pekerjaan dan belajar dari rumah, Galaxy Tab A7 Lite hadir untuk memenuhi kebutuhan produktivitas tersebut. Fitur-fitur dari Ekosistem Galaxy yang dibawa tablet ini menurut saya sangat berguna bagi pelajar yang masih menjalankan PJJ (pembelajaran jarak jauh) atau pekerja yang harus mengecek dokumen secara mobile. 

Pertama, tablet ini memiliki fitur Copy&Paste antar perangkat Galaxy. Seperti namanya, fitur tersebut dapat menyalin teks dari tablet ke perangkat Galaxy lain, atau sebaliknya. Pengaplikasiannya pun sangat mudah, sebagaimana Sahabat Tek melakukan copy dan paste. Ini pastinya sangat berguna bagi pekerja yang memiliki dokumen tersebar di lebih dari satu perangkat, tapi tidak punya banyak waktu untuk mengirim satu per satu. 

Fitur Copy&Paste dapat ditemukan melalui menu Fitur lanjutan dalam Pengaturan, lalu aktifkan opsi “Lanjutkan aplikasi di perangkat lain.” Sahabat Tek juga perlu memasukkan akun Samsung yang sama pada kedua perangkat serta terhubung pada jaringan WiFi yang sama. Bluetooth juga harus diaktifkan untuk menggunakan fitur ini.

Tidak hanya teks, dokumen seperti gambar, PDF, atau format lainnya juga bisa dipindahkan ke perangkat Galaxy lain melalui fitur berbagi langsung. Fitur ini dapat melacak perangkat Galaxy terdekat dan menjadikannya sebagai opsi penerima. Praktiknya sama seperti Bluetooth, hanya saja ini versi Samsung Galaxy.

Multi-tasking adalah yang terpenting untuk menyelesaikan pekerjaan atau tugas sekolah dan perkuliahan secara cepat. Untungnya, Galaxy Tab A7 Lite membawa kembali fitur pop-up views dan split screen yang sebelumnya juga disematkan pada Galaxy Tab A7. Ini memungkinkan Sahabat Tek membuka dua aplikasi secara bersamaan untuk mengoptimalkan produktivitas. 


Split screen view posisi lanskap pada Galaxy Tab A7 Lite

Split screen view posisi potret pada Galaxy Tab A7 Lite

Pop-up views sepertinya akan berguna apabila Sahabat Tek sedang menonton YouTube atau streaming Netflix, tetapi ingin tetap berkomunikasi dengan teman melalui WhatsApp tanpa harus melewatkan adegan penting. Pop-up view ini akan tampil sebagai kotak yang bisa diatur ukurannya, di halaman manapun. Pop-up juga dapat disembunyikan menjadi bentuk ikon aplikasi tersebut di pojok kiri atas. Sahabat Tek bisa menampilkan pop-up kapan saja, hanya dengan mengklik ikon tersebut. 

Saya juga mencoba split screen views selama melakukan liputan virtual. Setengah layar diperuntukkan untuk Zoom dan setengahnya lagi membuka Notes. Sayangnya, ketika Saya ingin mengetik di Notes dan tablet diposisikan secara portrait, tampilan aplikasi Zoom jadi mengecil karena munculnya papan keyboard. Tapi jadi lebih baik apabila tablet diposisikan lanskap, karena keyboard-nya tidak terlalu banyak memakai ruang di layar. Pastinya, tampilan seperti ini juga akan sangat berguna bagi pelajar yang sedang memerhatikan guru lewat aplikasi video konferensi, sambil mencatat di Notes.

Bicara tentang Notes, ada salah satu fitur yang menarik perhatian Saya, yakni mengedit dokumen PDF. Beberapa pelajar biasanya perlu mencoret-coret atau menandai materi suatu bahasan untuk dapat memahaminya. Dalam proses ini, Sahabat Tek bisa langsung melakukannya di dokumen PDF lewat fitur edit yang ada di Notes, tanpa harus mencetak materi ke lembaran kertas. Sahabat Tek bisa menulis, mencoret, menandai, mewarnai atau apapun itu pada materi dengan format PDF itu.  Ini akan semakin baik apabila dikombinasikan dengan fitur split screen view saat mendengarkan pemaparan dosen atau guru.

Oh iya, Sahabat Tek tidak perlu khawatir jika tablet diperuntukkan untuk anak, sebab Galaxy Tab A7 Lite dilengkapi fitur Samsung Kids dan parental control. Lewat fitur ini, para orangtua dapat memembatasi aplikasi apa saja yang boleh dan tidak boleh diakses anak. Para orang tua juga bisa mengontrol aktivitas anak pada tablet tersebut melalui akun Gmail yang terhubung.

Kamera

Galaxy Tab A7 Lite dilengkapi kamera tunggal beresolusi 8MP. Kamera juga dapat menangkap gambar lanskap dengan angle wide yang lebih luas. Foto yang dihasilkan pun cukup baik untuk ukuran tablet. Seperti gambar di bawah ini, warnanya terbilang cerah di kelasnya, tapi memang penanganan exposure yang cukup tinggi kurang bisa ditangani dengan baik.

Hasil foto dengan kamera belakang Galaxy Tab A7 Lite

Di samping itu, fungsi pengaturan exposure pada kamera juga dapat mengunci cahaya dengan baik di tempat-tempat minim cahaya. Perhatikan gambar di bawah ini, bagian yang tidak terkena sinar matahari dapat terlihat setelah exposure di tempat tersebut dikunci.

Hasil foto dengan kamera belakang Galaxy Tab A7 Lite

Kamera pada Galaxy Tab A7 Lite juga memiliki mode lain, seperti Potret yang dapat mengambil gambar dengan latar belakang buram, Panorama, Pro, serta mode Food. Pada mode potret ini, menurut saya hasil yang ditampilkan cukup fokus pada satu objek, namun tingkat keburaman di belakangnya masih kurang.

Hasil foto Potret dengan Galaxy Tab A7 Lite

Sementara itu, kamera depannya beresolusi 2MP. Untuk keperluan PJJ, tampaknya resolusi ini terbilang cukup untuk menampilkan wajah saat kelas berlangsung. Kamera selfie juga memiliki mode selfie group.

Hasil foto selfie dan selfie group di Galaxy Tab A7 Lite

Performa dan daya tahan

Galaxy Tab A7 Lite ditenagai oleh prosesor octa-core dengan konfigurasi RAM 3GB + ROM 32GB. Selama menggunakan tablet ini, Saya belum pernah merasakan overheating atau panas yang berlebih. Bahkan setelah digunakan untuk menonton film selama beberapa jam atau melakukan panggilan zoom sambil mengetik di Notes. 

Kinerja saat memainkan gim PUBG juga melebihi ekspektasi Saya. Bagi sebagian orang, tablet bukanlah perangkat direkomendasikan untuk memainkan gim sejenis ini. Tapi nyatanya, pengalaman saya bermain PUBG di Galaxy Tab A7 Lite tidak seburuk yang dibayangkan. Tidak ada lagging yang terjadi selama permainan. Sayangnya, grafis pada permainan tidak bisa dimaksimalkan. Perangkat bahkan tidak bisa mendukung resolusi HD. Begitu juga pada gim lain seperti Plants vs Zombies, yang punya banyak detail di beberapa elemen.

Tapi, akan lebih seru kalau memainkan gim dual player pada tablet ini. Karena layarnya yang luas, gim seperti Ludo dan Chest lebih enak dimainkan bersama teman atau keluarga secara offline.

Ditambah lagi, kapasitas baterai 5.100 mAh sangat menunjang aktivitas selama sehari penuh. Berdasarkan pengalaman Saya, daya baterai dapat bertahan hingga lebih dari 24 jam dengan pemakaian multimedia yang intens. Untuk pengisian baterai, tablet ini didukung dengan port USB tipe-C dan fast charging 15W. Baterai dalam keadaan kosong dapat terisi penuh (100%) setelah diisi daya selama 3 ½ jam. 

Tidak ketinggalan. Galaxy Tab A7 Lite dilengkapi dual speaker berteknologi Dolby Atmos. Teknologi ini dapat memberikan pengalaman entertainment dengan efek surround sound virtual yang imersif. Tidak hanya film atau konten video, teknologi ini juga dapat diaktifkan untuk bermain gim. Caranya, dengan membuka pengaturan di menu Suara dan Getar, lalu pilih Kualitas Suara dan Efek. Selanjutnya Sahabat Tek bisa memilih apakah ingin Dolby Atmos aktif secara otomatis, hanya untuk gim atau keduanya. 

Kesimpulan

Ukuran layar yang pas dan bobot yang tidak terlalu berat membuat Galaxy Tab A7 Lite sangat nyaman dijadikan perangkat harian untuk menunjang aktivitas PJJ atau sekadar hiburan. Ditambah lagi, fitur-fitur dari ekosistem Galaxy yang dibawa sangat berguna bagi pengguna. 

Meski digunakan sepanjang hari, tablet ini tidak mudah panas. Baterainya yang besar dan tahan lama pun mendukung penggunaan selama 24 jam penuh. Dengan hanya merogoh kocek Rp2.499.000, Sahabat Tek sudah dapat memenuhi seluruh kebutuhan untuk PJJ maupun WFH.

80
Galaxy Tab A7 Lite
 
Keunggulan
  • Tidak mudah panas
  • Kaya fitur penunjang PJJ & WFH
  • Baterai tahan lama
 
Kekurangan
  • Resolusi layar kurang baik untuk gim
  •  
  •  
Share
×
tekid
back to top