Review proyektor

Optoma HD39Darbee, proyeksi warnanya bagus tapi ada kurangnya

Pada model proyektor ini terselip kata Darbee, yang merupakan sebuah nama fitur teknologi ‘Visual Presence’ agar menjanjikan hasil warna proyeksi lebih alami.

Optoma HD39Darbee, proyeksi warnanya bagus tapi ada kurangnya

Sebuah pabrikan asal Taiwan, Optoma, baru saja menghadirkan proyektor HD39Darbee dengan basis teknologi Digital Light Processing (DLP). Berbeda dengan proyektor yang menggunakan teknologi LCD atau 3LCD, DLP mengandalkan kaca berukuran sangat kecil yang tersusun di atas chipset semikonduktor. Kumpulan kaca yang bergerak cepat memisahkan warna primer agar menjadi gambar proyeksi yang disebut dengan Digital Micromirror Device (DMD).

Proyektor Optoma HD39Darbee yang akan saya ulas saat ini memiliki resolusi Full HD (1920x1080 piksel). Pada model proyektor ini terselip kata Darbee, yang merupakan sebuah nama fitur teknologi ‘Visual Presence’ agar menjanjikan hasil warna proyeksi lebih alami. Berikut hasil ulasan yang saya lakukan.

Desain

Bentuk Optoma HD39Darbee tidak jauh berbeda dengan proyektor Full HD di kelasnya dengan dimensi 12,36 x 4,48 x 8,81 inci. Tetapi hal yang agak mengganjal di hati saya adalah penempatan aneka port antarmuka. Pasalnya, Optoma menempatkan port-port seperti HDMI 1.4a, MHL, mini USB, USB Power, daya, semuanya berkumpul di sisi kanan proyektor ketimbang di belakang. Lokasi ini agak kurang optimal, contoh, ketika saya menghubungkan HDMI dari Blu-ray player, maka player tersebut harus terletak di sebelah kanan HD39Darbee agar tidak ada juntaian kabel menganggu. Belum lagi saya juga harus menghubungkan kabel daya proyektor itu sendiri.

Terlepas dari penempatan lokasi jejeran port antarmuka yang agak kurang lazim, HD39Darbee terbilang memiliki port lengkap yang terhubung ke perangkat saat ini. Tidak ketinggalan pula port Mobile High-Definition Link (MHL) sehingga kamu dapat memproyeksikan konten yang berasal dari perangkat pintar seperti ponsel atau tablet.

Sebagai catatan, saat kamu ingin menampilkan konten di ponsel atau tablet ke layar, pastikan perangkat kamu juga mendukung teknologi MHL. Kamu juga tidak perlu khawatir perangkat pintar yang terhubung ke MHL akan kehabisan baterai lantaran port ini juga dapat mengantarkan daya agar baterai ponsel atau tablet dapat terisi.

Bodi HD39Darbee secara keseluruhan dibalut dengan plastik kokoh tipe matte dengan sisi-sisi depan, belakang, kiri, dan kanan dibuat mirip seperti grill kap mobil. Sistem kipas pendingin berada di sisi kanan dan kiri agar lebih optimal.

Ada satu lagi keluhan saya dalam hal desain, kaki penyangga bagian depan memang dapat saya perpanjang agar membantu menampilkan gambar secara benar ke layar, tetapi akses perpanjangan peyangga tersebut memiliki konsep ulir yang memakan waktu cukup lama. Perlu waktu untuk menyesuaikan sudut yang nyaman. Sebagai informasi, kebanyakan proyektor menggunakan peyangga kaki (terutama di bagian depan) dengan mekanisme tekan agar peyangga lebih cepat memanjang.

Fitur dan pengoperasian

Mungkin momok pada mekanisme perpanjangan peyangga dapat teratasi dengan hadirnya akses pergeseran lensa (lens shift). Fitur ini dapat menggeser proyeksi gambar secara mekanik sehingga tidak terjadi pemotongan konten secara digital. Kamu dapat menggeser lensa secara vertikal atau horizontal via tombol putar di area lensa bagian atas. Secara pribadi fungsi ini cukup membantu ketika saya ingin menampilkan proyeksi di layar dengan lokasi agak tinggi atau sebaliknya.

Sayangnya tombol putar akses pergeseran lensa lokasinya berdekatan dengan ring pengatur zoom lensa. Oleh karenanya awal-awal saya menggunakan proyektor ini beberapa kali tidak sengaja menyentuh mekanisme zoom lensa. Saya sarankan saat kamu menggunakan proyektor ini dan ingin menyesuaikan posisi lensa agar tidak terlalu dalam, gunakanlah ibu jari.

Berbicara soal lensa, pengaturan fokus ada di posisi paling depan dengan konsep bergerigi agar lebih mudah pengguna putar. Di belakang akses pengaturan fokus, ada sistem zoom yang dipermudah dengan tuas kecil selain rancang bangun yang bergerigi. Pelindung lensa menggunakan sistem penutup konvensional dengan desain buram.

Aneka tombol kontrol ditempatkan di atas proyektor dengan jumlah keseluruhan ada 8 tombol. Aneka tombol tersebut dapat digunakan untuk akses daya, memiliki sumber proyeksi, menu, informasi, navigasi arah dan keystone. HD39Darbee hanya dapat mengakomodasi pengaturan keystone secara vertikal, tidak bisa horizontal. Dengan demikian saya harus menggeser bodi proyektor saat ingin menyesuaikan geometri konten gambar secara horizontal.

Selain pada remote control, saya juga dapat menyesuaikan menu pengaturan lewat tombol navigasi yang ada di proyektor. Hal yang memudahkan akses menu pengaturan adalah Optoma menyediakan tab-tab yang berhubungan dengan masing-masing pengaturan. Tetapi sayangnya saya tidak dapat mengatur volume suara proyektor dari tombol yang ada di bodi HD39Darbee.

Volume suara hanya dapat saya lakukan via remote control. Bukan masalah, mengingat selama menonton film atau konten lainnya lebih praktis menggunakan remote control. Remote control-nya sendiri juga memiliki kepekaan tinggi sehingga saya tidak harus mengarahkannya ke proyektor. Hal ini kemungkinan besar karena HD39Darbee dilengkapi dengan dua buah sensor infra merah di bagian depan dan atasnya.

Pada saat bersamaan, tombol-tombol pada remote control juga dapat menyala sehingga memudahkan penggunaan di dalam kondisi gelap.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: