Review Noctua NH D15

Noctua NH D15 Penakluk prosesor ganas

Noctua NH D15 menawarkan kemudahan dalam hal pemeliharaan, namun tetap memberikan performa yang baik dalam mengantisipasi panas yang dihasilkan oleh prosesor.

Noctua NH D15 Penakluk prosesor ganas Noctua NH D15 (Tek.id | Chandra)

Bagi pengguna prosesor high end seperti Intel Core i9-9900K, mencari pendingin yang tepat memang sebuah tantangan tersendiri. Terlebih lagi, bagi mereka yang ingin menghindari penggunaan liquid cooler, yang memang terkenal cukup rewel dalam hal pemeliharaan.

Nah, bagi Anda yang sedang mengalami hal tersebut, tim Tek.id punya satu alternatif air cooler yang mampu menjawab keinginan Anda. Adalah Noctua NH D15. Apakah kalian cukup penasaran bagaimana performa air cooler legendaris ini? Kami juga menyandingkannya dengan liquid cooler.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Review Black Shark 2 Pro, auto chicken dinner?

Acer Nitro 5, Laptop gaming solid dibawah Rp10 juta

Review Plantronic BackBeat Pro 5100, cocok untuk musik up-beat


Makin penasaran? silahkan simak ulasan kami berikut ini.

Desain yang sangar

Saat pertama kali membuka kemasan dari Noctua NH D15, saya merasa cooler ini bukan pendingin prosesor biasa. Dua tower heatspreader yang terdapat di pendingin ini pun terlihat sangat sangar dan mampu mengatasi prosesor dengan TDP yang cukup tinggi.

Selain dua heatspreader yang besar, pendingin ini juga memiliki 6 heatpipe di kedua sisi. Desain enam menara dual-heatpipe NH-D15 ini diklaim mampu menyediakan area permukaan yang lebih luas, distribusi panas yang lebih baik, dan efisiensi aliran udara yang baik.

Total lebar dari heatspreader ini mencapai 150mm dan heatpipe-nya disetel lebih berjauhan. Selain itu, cooler ini juga memiliki kompatibilitas dengan RAM yang tinggi, pada saat pengguna memasangnya dalam mode satu kipas. 

Hal ini dapat dilakukan berkat sirip rendah. Meski demikian, pengguna juga dapat menggunakan RAM dengan tinggi 32mm saat pengguna ingin memasangnya dengan memasang dua kipas.

Dalam paket penjualan, terdapat dua kipas Noctua NF-A15 140mm kelas premium. Kipas ini terkenal dengan kemampuannya untuk menghasilkan angin yang sangat kencang untuk mendapatkan pendinginan optimal.

Performa pendinginan

Dalam pengetesan kali ini, saya akan membandingkan Noctua NH D15 dengan salah satu liquid cooler AIO milik NZXT, yakni NZXT KRAKEN X52. Untuk menjaga hasil yang sama, saya menggunakan thermal paste yang sama, yakni Deepcool Z3.

Jujur, semenjak awal saya memiliki ekspektasi yang sangat tinggi terhadap Noctua NH D15. Dengan dua kipas 140mm, saya mengharapkan kemampuan pendinginan yang hampir sama dengan liquid cooling AIO di pasaran.

Selama pengujian, saya cukup terkejut dengan kemampuan Noctua NH D15. Dalam kondisi idle, panas yang dihasilkan i9-9900K dalam kondisi tidak di overclock hanya ada di kisaran 31 derajat celcius saja dengan menggunakan kecepatan kipas 20 persen. 

Sedangkan NZXT Kraken berhasil mendinginkannya di angka 29 derajat celcius dengan kecepatan kipas 30 persen.

Pada saat melakukan pengetesan menggunakan Cinebench R15 selama 5 kali, saya mendapatkan hasil lonjakan yang sangat tinggi. Dengan pengaturan kipas ekstrim, kedua pendingin ini berhasil menjinakkan prosesor tersebut dengan angka yang cukup masuk akal.

Noctua NH D15 berhasil menahan suhu i9-9900K di angka 56 derajat celcius. Sedangkan di sisi lain, NXZT Kraken berhasil menahannya di angka 55 derajat celcius saja. Kedua pendingin tersebut harus memutar kedua kipas mereka di kecepatan 100 persen untuk menjaga suhu ini.

Penasaran, saya mencoba melakukan overclock prosesor ini ke angka 4,9GHz di semua core. Dan ternyata, kedua pendingin prosesor tersebut mulai kewalahan untuk mengatasi panas yang dihasilkan oleh prosesor kelas atas milik Intel tersebut.

Pada saat idle, Noctua NH D15 berhasil menahan panas prosesor tersebut di angka 35 derajat celcius saja, dengan keadaan kecepatan kipas yang mencapai 40 persen. Sedangkan NZXT Kraken berhasil menahan panas di angka 36 derajat celcius dengan kecepatan kipas 60 persen.

Saya juga kembali menjalankan Cinebench R15 sebanyak 5 kali. Kali ini, saya melihat ada lonjakan panas yang sangat tinggi di kedua pendingin. NZXT berhasil menahan panas di suhu 92 derajat celcius, sedangkan Noctua NH D15 berhasil menahan panas di angka 90 derajat celcius.

Kesimpulan : air cooler yang dapat taklukan prosesor ganas

Melihat hasil yang didapatkan, Noctua NH D15 memang bukan sekedar air cooler biasa. Reputasi Noctua yang terkenal menciptakan air cooler andal memang bukan sekadar isapan jempol belaka.

Noctua NH D15 berhasil menahan temperatur i9-9900K di angka yang wajar. Begitu juga pada saat di overclock, dimana pendingin super sangat ini dapat menahan prosesor tersebut dari thermal throttling.

Tapi, seperti pepatah lama. Ada kualitas, ada harga. Ya, Anda harus menebus pendingin ini di angka Rp1,2 juta-an. Angka yang sama jika Anda ingin melirik untuk menggunakan liquid cooling, meski hanya memiliki 1 kipas.

Namun, keuntungan yang akan Anda dapatkan pada saat menggunakan pendingin ini adalah kemudahan dalam hal pemeliharaan. Tidak perlu ada resiko bocor atau penggantian air radiator berkala, yang terkadang menyusahkan para pengguna.

 
Noctua NH D15
Bagus ...
  • Performa pendinginan yang baik
  • Datang dengan dua kipas
  • Bentuk sangar
Kurang ...
  • Mahal
  • Kipas cukup berisik
  • Ukuran besar

 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: