Review NAS

Review Synology DS218+, NAS rumahan cocok untuk pemula

Dihargai Rp5 juta-an, Synology DS218+ memiliki desain yang tak terlalu industrial dan memiliki antarmuka yang sangat mudah digunakan.

Review Synology DS218+, NAS rumahan cocok untuk pemula Synology DS218+ (tek.id/chandra)

Melakukan backup data pribadi seperti foto dan video saat ini sudah menjadi salah satu prioritas kaum milenial. Sayang, hingga saat ini mereka masih takut untuk membeli NAS karena beberapa faktor, yakni tampangnya yang terlalu menakutkan sehingga pengguna cenderung takut untuk membelinya.

Nah, kali ini, Tek.id memiliki kesempatan untuk mengulas salah satu NAS rumahan milik Synology yang bernama DS218+. Memiliki desain yang cukup elegan dan ringkas, namun bagaimana dengan performa dan kemudahan penggunaannya? Jika penasaran, yuk kita simak ulasan lengkapnya berikut ini.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Plantronics BackBeat FIT 3200, earphone penggemar olahraga

Zowie S1 & S2, mouse eSports kok begini?

Corsair 220T RGB, casing ramah airflow!


Mungil, tak terlihat terlalu mengerikan

Pertama kali saya membukanya dari boks, kesan pertama saya melihat DS218+ ini cukup elegan. Tidak terlalu menakutkan seperti NAS rumahan lain yang sebelumnya telah masuk pasar Indonesia. Maksud dari kata menakutkan di sini adalah, karena biasanya NAS memiliki bentuk yang berkesan industrial.

Selain itu, saya juga terkejut dengan ukurannya yang tak terlalu besar. Hal ini wajar, karena NAS ini memang hanya menyediakan 2 bay saja. Untuk pengguna rumahan, rasanya dua bay sudah lebih dari cukup.

Di bagian depan, saya melihat ada empat indikator. Lampu ini masing-masing adalah lampu indikator di paling atas, kemudian indikator sambungan LAN, dan dua paling bawah adalah lampu status dari HDD atau SSD yang ada di dalam NAS ini.

Ada juga satu slot USB 3.0  yang bisa digunakan untuk menghubungkan hard drive eksternal atau flash drive dengan DS218+. Kemudian, ada tombol USB copy button dan tombol power dan lampu indikator dari NAS tersebut di pojok kanan bawah.

Sedangkan di bagian belakang, saya melihat sebuah kipas yang cukup besar untuk mengeluarkan panas dari dalam NAS tersebut. Hal ini diperlukan agar kinerja NAS tetap terjaga. Pasalnya produk seperti NAS ini menyala terus menerus 24 jam seminggu.

Tak ketinggalan, ada juga dua slot USB 3.0, sebuah konektor LAN RJ45, eSata Port, dan lubang colokan daya. Konfigurasi dari bagian belakang ini terasa cukup untuk mengakomodir kebutuhan rumahan.

Kencang dengan spesifikasi mumpuni

Untuk menunjang kebutuhan rumahan, Synology pun menyematkan jeroan yang cukup mumpuni. DS218+ memiliki prosesor Intel Celeron J3355 dual core dengan konfigurasi RAM 2GB.

Bagi yang merasa kurang, Synology juga memberikan satu slot RAM kosong untuk ekspansi. Tapi, pengguna hanya bisa memasukkan total 6GB (konfigurasi 2GB + 4GB) dalam NAS ini.

Kelemahan pertama yang saya temukan adalah adanya limitasi dari total HDD atau SSD yang bisa dimasukkan oleh para penggunanya. Mereka hanya bisa memasukkan total dua HDD atau SSD masing-masing dengan kapasitas 14TB. Sedangkan untuk penggunaan satu HDD atau SSD tunggal pengguna bisa menyematkan hingga 108TB. Oh iya, penyimpanan yang masuk ke NAS ini sudah menggunakan port SATA 6GBPS.

Saya pun melakukan pengetesan lebih lanjut. Saya menggunakan 2 SeaGate Ironwolf Pro masing-masing 10TB. Saya memilih HDD ini dikarenakan untuk menjalankan NAS selama 24 jam non stop, penggunaan HDD standar akan cepat rusak.

Hasil dari pengujian HDD ini pun sangat mengesankan. Untuk kecepatan read, HDD ini mampu melibas dengan kecepatan 262,9 MBps. Sedangkan untuk kecepatan read, HDD ini dapat menyentuh kecepatan 260,7MBps.

Kemudian, pada saat saya menguji kecepatan unggah dan unduh dari NAS ini. Dengan menggunakan koneksi LAN 1GBPS yang terhubung dengan router yang memiliki kecepatan 3150Mbps, kecepatan transfer data pun cukup cepat.

Saat mencoba mengunggah sebuah file video berukuran 1GB, saya mendapatkan kecepatan transfer hingga 12,3MBps. Sedangkan saat mengunduh file yang sama, saya mendapatkan hasil unduh hingga 11,3MBps.

Tampilan antarmuka yang ramah bagi pemula

Saat saya pertama kali melakukan setup terhadap Synology DS218+, saya merasa sangat dimudahkan. Saya hanya harus mengisi ID dan kata kunci yang diinginkan, lalu dengan secara otomatis piranti lunak dari Synology pun melakukan semuanya secara otomatis.

Setelah proses setup yang memakan waktu 20 menit saja, saya bisa bilang bahwa prosesnya cukup cepat. 10 menit melakukan setup dan 10 menit untuk memformat HDD. Saat masuk ke tampilan software-nya, terlihat dashboard dari DS218+ sangat bersih dan ramah untuk digunakan pengguna pemula.

Untuk mengakses NAS ini, saya harus berada di jaringan yang sama dengan NAS tersebut. Pengguna juga tinggal mengetikkan //nama-ID di kotak alamat di peramban atau di Windows Explorer untuk mengakses Synology DS218+ mereka.

Setelah masuk, secara default, pengguna akan memiliki total 4 menu di dashboard. Ada Package Center dimana pengguna dapat mengunduh aplikasi lain yang sekiranya mereka butuhkan. Ada juga Control Panel dimana pengguna dapat mengatur NAS sesuai keinginan. Lalu saya menemukan File Station dimana pengguna dapat melihat file apa saja yang ada di dalam penyimpanan, dan DSM Help, yang akan membawa pengguna ke dalam laman panduan.

Oh iya, secara default, Synology DS218+ sudah mendukung video playback hingga resolusi 4K 30fps. Secara mengejutkannya, aplikasi pemutar video ini juga mendukung pemutaran file 4K RAW berekstensi .TS.

Kesimpulan : Cocok buat pemula dan rumahan

Jika Anda mencari NAS di kisaran Rp5 juta-an, maka Synology DS218+ bisa menjadi pilihan terbaik Anda. Dengan desain yang tak terlalu menakutkan serta tampilan antarmuka yang simpel dan mudah digunakan, sangat cocok untuk para pemula.

Kecepatan transfer data yang dimiliki oleh NAS ini pun cukup baik. Saya rasa dua drive bay yang mampu menampung hingga 28TB ini sudah lebih dari cukup mengakomodir kebutuhan penyimpanan di dalam sebuah keluarga.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: