Review Logitech G903

Logitech G903, mouse gaming nirkabel yang gak pake lag

Saya harus akui bahwa Logitech G903 memiliki tingkat respon dan kenyamanan yang lebih baik dari beberapa mouse gaming kabel yang pernah saya pakai. Titik.

Logitech G903, mouse gaming nirkabel yang gak pake lag Logitech G903

Banyak orang percaya bahwa semua yang memakai kabel itu lebih baik daripada yang menggunakan teknologi nirkabel. Apa lagi semua hal yang bersangkutan dengan peripheral gaming, yang membutuhkan respon yang sangat cepat.

Tapi, Logitech melalui G903 ingin mematahkan stigma tersebut. Benar saja, selama dua minggu saya menggunakan mouse nirkabel ini, saya tidak lagi ingin kembali menggunakan sebuah mouse dengan kabel.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Review ZenFone 6, kami menyukainya

Review Black Shark 2 Pro, auto chicken dinner?

Acer Nitro 5, Laptop gaming solid dibawah Rp10 juta


Desain dari mouse inipun saya bisa bilang sangat ergonomis. Bentuknya agak besar, cocok untuk tangan saya yang besar. Begitu juga dengan berat awal mouse ini, yang mencapai 110 gram. Cukup nyaman untuk digunakan.

Tapi, saya merupakan seorang gamer yang suka menggunakan mouse yang berat. Untungnya, Logitech pun menyematkan sebuah pemberat ekstra sebesar 10 gram. Cara pemasangannya pun cukup mudah, yakni tinggal membuka penutup di bagian bawah yang terpasang menggunakan magnet, dan saya tinggal memasukkan pemberatnya.

Masih berbicara mengenai desain, mouse ini ternyata dibuat agar nyaman bagi mereka pengguna tangan kanan maupun tangan kiri.

Logitech juga memberikan beberapa attachment ekstra, agar pengguna dapat dengan mudah mengganti makro dari kiri ke bagian kanan.

Bagi kalian yang mencari tombol pengaturan DPI, tombol tersebut berada di bagian tengah atas mouse. Di atas dua tombol pengaturan DPI tersebut ada sebuah tombol tambahan. Ternyata, tombol tersebut untuk mengunci atau melepas kunci scroll wheels.

Ya, pengguna dapat mengatur apakah scroll wheel mereka dalam mode ‘dengan friksi’ atau dalam keadaan ‘tanpa friksi’. Sejujurnya, saya lebih suka menggunakan mode tanpa friksi.

Plastik yang digunakan juga sangat premium. Meskipun tak menggunakan karet, tapi secara keseluruhan, mouse ini tidak licin.

Oh iya, bagi kalian yang suka dengan perangkat dengan RGB, G903 juga memiliki RGB di bagian petunjuk DPI dan di bagian atas sedikit menjorok bawah, yang berupa logo Logitech. Tapi, meski dapat dikostumisasi sesuka hati pengguna, mereka tidak akan melihat LED tersebut karena tertutup tangan.

Saya pun mencoba semua gim FPS yang ada di dalam pustaka gim saya. Mulai dari CS:GO, PUBG, Ghost Recon, GTA V, The Division 2, Far Cry New Daws, Overwatch 2, Apex Legends, hingga Fortnite saya coba.

Jujur, selama bermain gim, saya tidak merasakan adanya delay dalam menggerakan kursor di layar untuk menembak musuh. Bahkan, jika dibandingkan dengan G402 yang merupakan mouse andalan saya untuk bermain gim, performanya tidak ada bedanya. 

Saya berani mengatakan bahwa Logitech G903 ini lebih baik dari beberapa mouse gaming dengan kabel yang pernah saya pakai. Titik.

Pilihan DPI yang diberikan oleh Logitech pun cukup banyak. Saya dapat memilih mulai dari 200 dpi hingga 12.000 dpi. Tapi, kebanyakan saya menggunakan antara 800-900 dpi untuk bermain gim FPS.

Masa pakai baterai dari perangkat ini cukup awet di kelasnya. Saya dapat menggunakan mouse ini selama dua minggu dengan rata-rata bermain gim antara dua hingga tiga jam per hari. Dari 100 persen baterai, dua minggu penggunaan masih memiliki sisa sekira 19 persen.

Namun, untuk melakukan pengisian daya, G903 masih menggunakan kabel. Tapi, kabel yang diberikan dalam paket penjualan berkualitas baik, dengan kabel yang dilapisi oleh bride sehingga terasa sangat kokoh dan durable.

Tapi, ada satu keluhan yang saya rasakan selama menggunakan mouse tersebut. Saya tidak dapat melakukan kustomisasi macro dengan aplikasi Logitech Gaming Software. Setelah satu minggu lebih mencari, ternyata mouse ini baru dapat bekerja menggunakan aplikasi bernama Logitech G HUB.

Menggunakan aplikasi ini, saya dapat melakukan pengaturan DPI menggunakan custom DPI. Begitu juga dengan macro, dimana saya dapat menunjuk beberapa shortcut tersendiri di keempat macro yang ada. Ya, saya menggunakan keempat macro yang disediakan.

Oh iya, semua macro ini pun dapat disesuaikan dengan aplikasi apa yang kita pakai. Misalnya, saya memiliki pengaturan dimana dua macro di bagian kanan mouse sebagai shortcut minum energy drink atau menggunakan med kit. Sedangkan saya dapat menggunakan dua tombol macro lain untuk melakukan hal lain.

Tapi, di gim lain, seperti Ghost Recon, saya bisa memasukkan shortcut lain. Jadi, semua hal terasa sangat fleksibel.

Hanya saja semua ini datang dengan harga yang terbilang tak murah. Untuk meminang Logitech G903, Anda harus merogoh kocek Rp1,5 juta-an?

 
Logitech G903
Bagus ...
  • Latensi Rendah
  • Daya Tahan Baterai Cukup Panjang
  • Pilihan DPI Hingga 12.000 DPI
Kurang ...
  • Software Perlu Diperbaiki
  • Harga Cukup Mahal
Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: